Rabu, 20 Desember 2017

User smk dt

Febi user 20160195 dan Jepry user 20160196 dan password smkdt123

Minggu, 10 Desember 2017

948 new

diri sendiri untuk menjadi semacam nilai intrinsik yang terwujud dalam sistem daya juang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku menurut Samani dan Hariyanto (2012: 41) karakter dimaknai sebagai cara berpikir dan berprilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekeria sama, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Individu yan berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan setiap akibat dari keputusannya. Karakter dapat di anggap sebagai nilai prilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma norma agama, hukum, tata kerama, budaya adat istiadat, dan estetika. Sementara dalam agama Islam, karakter lebih dikenal dengan istilah akhlak, yang oleh Imam Ghazali dalam Soedarsono (2010: 97-98) yang dimaksud dengan akhlak adalah sifat yang tertanam / menghujam dalam jiwa dan dengan sifat itu, seseorang akan secara spontan dapat dengan mudah memancarkan sikap , tindakan, dan perbuatan. Karakter harus diwujudkan melalui nilai yang dipatrikan untuk menjadi semacam hal dalam diri seseorang untuk mendorong, menggerakkan, dan membentuk jiwa pada pemikiran, sikap, dan perilaku. Dalam KBBI (2002) karakter yang sifatnya kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Dengan demikian karakter adalah nilai yang unik-baik yang terpatri dalam diri dan terejawantahkan dalam prilaku (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010). Ada beberapa indikator yang bisa dijadikan panduaan dalam. Berikut ini adalah tabel indikator nilai-nilai karakter yang dikeluarkan leh Pusat Kurikulum (Puskur)

Kamis, 07 Desember 2017

057

34 Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Elis Hidayah (2010) yang tergabung dalam tesisnya yang berjud "Struktur dan Nilai Budaya Cerita Pantun Paksi Keling Versi Ki Sawah dari Provinsi Banten. Penelitian ini membahas pantun yang merupakan kesustraan Sunda yang berbentuk prosa liris. melakukan dengan yang terdahulu pada peristiwa yang dikaji. Pada penelitian ini menitik beratkan pengkajian pada rima yang ada dalam pantun, dan (4) isi dan sampiran dalam pantun. dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pantun Melayu di Kota Tebing Tinggi Provinsi Sumatera Utara. Hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan spresiasi siswa terhadap sastra, khususnya pada pantun.

049

1) menulis LKS; 5) penilaian alat penilaian. Selanjutnya struktur LKS secara umum adalah: 1) judul, mata pelajaran, semester, tempat: 2) petunjuk belajar; 3) kompetensi yang akan dicapai: 4) indikator; 5) informasi pendukung 6 tugas-tugas dan langkah-langkah kerja. 7) penilaian (Depdiknas, 2009). 2.4 Penelitian Terdahulu yang Relevan Pengkajiam pada pantun pernah dilakukan olch bcbcrapa pencliti, seperti Dedi Heryadi dalam Anshori dan Sumiyadi (2009 210) dengan judul penelitiannya "Atavisme Pantun dalam Puisi Indonesia: Pemikiran untuk Perpuisian Indonesia. Penelitian ini membahas pantun dari aspek san atau niali- nilai estetika yang ada dalam pantun dan membuat nilai-nilai keperawanan pantun menjadi ruh perpuisian indonesia serta hope para penyair indonesia melakukan atavisme, yaitu membangkitkan kembali ruh puisi indonesia yang sekarang ini tidak sesuai dengan jiwa ma di indonesia. penelitian yang berikut adalah yang dilakukan oleh Jumani (2009) yang di dalam tesisnya yang berjudul "Analisis Struktur dan Nilai Moral Pantun Pada Rubrik" Bujang Besaot "dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Alternatif Ajar Sastra di SMA. Penelitian ini meni beratkan penelitiannya pada struktur pantun, tema rima, dan citraan yang terkandung dalam larik-larik pantun, dan nilai moral yang ada dalam isi pantun pada rubrik "Bujang Besaot dalam surat kabar yang terbit di daerah Bangka. Hasil analisis fungsi bahan belajar sastra untuk SMA,

044

LKS adalah panduan bagi siswa untuk mengerjakan pekeriaan tertentu yang dapat meningkatkan dan memperkuat hasil belajar (Sumiati dan Asra, 2007: 171) Menurut Dhari dan Dharyono (988) peran LKS dalam proses pembelajaran adalah sebagai alat untuk memberikan pengetahuan, sikap, dan prestasi pada siswa . Penggunaaan LKS gkinkan guru. mengajar lebih optimal memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan, memberi penguatan, dan latihan siswa memecahkan masalah manfaat penggunaan LKS bagi siswa menurut Dhari dan Dharyono (1988) adalah untuk: meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar 1) 2) melatih dan mengembangkan proses pembelajaran pada siswa sebagai dasar penerapan ilmu pengetahuan; 3) membantu memperoleh catatan tentang materi yang dipelajari melalui kegiatan tersebut; 4) membantu menambahkan informasi tentang konsep yang belajar melalui kegiatan belajar siswa secara sistematis. LK dapat berfungsi sebagai dasar umpan balik bagi guru untuk mengetahui kemampuan yang telah dicapai oleh siswa. Bagi siswa LKS menjadi alat untuk menguatkan respons (reinforcemen), jika diketahui pekerjaan yang sudah benar. Dengan disediakan LKS, pemberian umpan balik dapat dilakukan terus menenus, sehingga dorongan untuk belajar yang bisa intruksi dapat terpelihara pada diri siswa. Selain itu LKs juga bisa berfungsi sebagai alat untuk memberikan pengayaan terhadap hasil belajar, karena pekeriaan yang dibuat dapat dibagi dan diperkaya materi pembelajaran yang dipelajari (Sumiati dan Asra, 2007: 172) Seperti langkah-langkah dalam penulisan LKS adalah sebagai berikut: l) melakukan analisis kurikulum: SK, KD, indikator dan materi pembelajaran; 2) menyusun peta kebutuhan LKS: 3) menentukan judul LKS;

035

I) relevan dengan standar kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik: 2) bahan ajar merupakan isi pembelajaran dan penjabaran dari standar kompetensi dan ketepatan 3) memberikan motivasi peserta didik untuk belajar lebih jauh; 4) berkaiatan dengan bahan sebelumnya: 5) bahan yang disusun secara sederhana dari yang sederhana menuju yang kompleks; praktis: 6) 7) bermanfaat bagi peserta didik; 8) sesuai dengan perkembangan zaman 9) dapat diperoleh dengan mudah 100 menarik minat peserta didik; 11) memuat ilustrasi yang menarik hati peserta didik; 12) rasa aspek-aspek linguistik yang sesuai dengan kemampuan peserta didik; 13) berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya: 14) menstimulas aktivitas-aktivitas pribad para peserta didikyang; s) menghindari konsep yang samar-samar agar tidak bisa peserta didik; 16) memiliki sudut pandang yang jelas dan tegas; 17 membedakan bahan ajar untuk anak dan untuk orang dewasa: 18) pria perbedaan pribadi para peserta didikpemakainya. Dari sisi lain, kriteria bahan ajar yang baik dapat ditinjau dari beberapa aspek, yaitu aspek penampilan segi bahan, aspek buku pendukungnya, aspek linguistik, aspek filosofi, dan aspek evaluasinya. 2.3.4 Perancangan Bahan Ajar Pantun Dalam penelitian ini bahan ajar yang akan di buat berdasarkan hasil analisisnya adalah bahan ajar cetak dalam bentuk Lembar Kerja Siswa (LKS).

024

2.3.2 Jenis-Jenis Baban Ajar Menurut Majid (2008: 174) bahan ajar dikelompokkan menjadi empat yaitu l) bahan ajar cetak (cetak antara lain handout, buku, modul, embar kerj siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto / gambar, model / makets 2 bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compac disk audio: 3) bahan ajar pandang dengar (audio visual seperti video, compact disk, film; 4) bahan ajar interaktif (bahan ajar interaktif seperti compact disk interraktif, fakta, hal, konsep, prosedur, dan sikap atau hal. fakta yaitu segala hal yang berwujud. dan nama, nama, nama, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya: 2) konsep segala sesuatu yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputu defenisi, pengertian, cirri khusus, hakikat, inti / isi dan sebagainya; pitu adalah hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi penting. pengertian, adagium, postulat, paradigma, teorema, dan hubungan antar konsep yang implikasi karena akibat; 4) prosedur merupakan langkah-langkah logis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem; 5) sikap atau nilai adalah hasil belajar aspek lnya yang kejujuran kaasih katakan, tolong-menol semangt dan minat belajar dan bekeria, dsb. 2.33 Kriteria Bahan Ajar Yang Baik Menurut Iskandarwassid dan sunendar (2010: 17 l) bahan ajar yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut