Rabu, 09 Januari 2019

Sej pantun

Selamat datang di Catatan

Di Mandailing pemuda-pemudi mempunyai sejenis bangsa Van daun untuk menyatakan cinta kasih mereka kalau seorang pemuda mengirim gadisnya daun Sitara hadungdung sifat acid Anis pondok-pondok dan tahu artinya ialah sejak kita berpisah tiadalah saya dapat tidur Sebelum menangis shitara bersajak dengan mas dalam kurung berpisah dengan doa sesudah kata bersajak kita dalam kurung kita nangis bersajak nangis-nangis bersajak dengan modem tidur tahu bersajak dengan saya pantun mempunyai persamaan dengan senandung Mandailing yang dikenal dengan nama induk asal mula pantun mungkin seperti itu berkembang dari bahasa daun selain pertentangan mengenai asal-usul dan juga fungsi baris dalam pantun di pertentangan pantun terdiri dari empat baris bersajak ab ab dan 2 baris pertama sampiran atau lampiran dua baris terakhir merupakan isi ciri yang diperdebatkan oleh para ahli dalam kurung dalam kurung 1930 75.2 286 mengatakan bahwa pasangan dua baris pertama dengan dua baris terakhir mempunyai hubungan sangat erat ini berarti tidak ada sampiran semua merupakan isi sebagai bukti dari pendapatnya dalam pantun berikut dalam Sangra Pandan terletak di langkahi darahnya titik di Singapura badannya terlantar di Langkawi Samurai yang terletak di pantai timur Malaysia dekat siang sangat jauh letaknya tetapi tikar pandan yang terletak didepan kita sangat dekat seluruh pantai ini menunjukkan bahwa penggunaan terjadi di suatu tempat yang jauh dari tempat penimbunan sependapat dengan bikin apel dan dia menambahkan bahwa atom tersebut mempunyai makna kiasnya itik yang ditetaskan pada ayam dalam alam pikiran orang Melayu melambangkan seorang pengembara yang Tiada Berteman dan cacat tikar pandan yang terletak didepan melambangkan tikar yang terdapat di rumah orang Melayu yang berada tidak pantas dilihat dengan kasut hiasnya seorang wanita yang mau mengikut dengan kita tetapi kita harus waspada untuk menerimanya RJ wilkinson juga setuju dengan pendapat dua ayat tersebut ada hubungan erat antara pasangan pertama dan kedua dalam pantun yaitu hubungan bunyi pasangan pertama salah oleh pembayar maksud yang terkandung dalam pecahan kedua pasangan pertama harus memberikan satu pikiran kritis dengan keindahan yang tersembunyi sedangkan potong kedua memberikan pikiran yang sama dengan keindahannya yang terbuka