Rabu, 20 Desember 2017

User smk dt

Febi user 20160195 dan Jepry user 20160196 dan password smkdt123

Minggu, 10 Desember 2017

948 new

diri sendiri untuk menjadi semacam nilai intrinsik yang terwujud dalam sistem daya juang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku menurut Samani dan Hariyanto (2012: 41) karakter dimaknai sebagai cara berpikir dan berprilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekeria sama, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Individu yan berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan setiap akibat dari keputusannya. Karakter dapat di anggap sebagai nilai prilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma norma agama, hukum, tata kerama, budaya adat istiadat, dan estetika. Sementara dalam agama Islam, karakter lebih dikenal dengan istilah akhlak, yang oleh Imam Ghazali dalam Soedarsono (2010: 97-98) yang dimaksud dengan akhlak adalah sifat yang tertanam / menghujam dalam jiwa dan dengan sifat itu, seseorang akan secara spontan dapat dengan mudah memancarkan sikap , tindakan, dan perbuatan. Karakter harus diwujudkan melalui nilai yang dipatrikan untuk menjadi semacam hal dalam diri seseorang untuk mendorong, menggerakkan, dan membentuk jiwa pada pemikiran, sikap, dan perilaku. Dalam KBBI (2002) karakter yang sifatnya kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Dengan demikian karakter adalah nilai yang unik-baik yang terpatri dalam diri dan terejawantahkan dalam prilaku (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010). Ada beberapa indikator yang bisa dijadikan panduaan dalam. Berikut ini adalah tabel indikator nilai-nilai karakter yang dikeluarkan leh Pusat Kurikulum (Puskur)

Kamis, 07 Desember 2017

057

34 Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Elis Hidayah (2010) yang tergabung dalam tesisnya yang berjud "Struktur dan Nilai Budaya Cerita Pantun Paksi Keling Versi Ki Sawah dari Provinsi Banten. Penelitian ini membahas pantun yang merupakan kesustraan Sunda yang berbentuk prosa liris. melakukan dengan yang terdahulu pada peristiwa yang dikaji. Pada penelitian ini menitik beratkan pengkajian pada rima yang ada dalam pantun, dan (4) isi dan sampiran dalam pantun. dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pantun Melayu di Kota Tebing Tinggi Provinsi Sumatera Utara. Hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan spresiasi siswa terhadap sastra, khususnya pada pantun.

049

1) menulis LKS; 5) penilaian alat penilaian. Selanjutnya struktur LKS secara umum adalah: 1) judul, mata pelajaran, semester, tempat: 2) petunjuk belajar; 3) kompetensi yang akan dicapai: 4) indikator; 5) informasi pendukung 6 tugas-tugas dan langkah-langkah kerja. 7) penilaian (Depdiknas, 2009). 2.4 Penelitian Terdahulu yang Relevan Pengkajiam pada pantun pernah dilakukan olch bcbcrapa pencliti, seperti Dedi Heryadi dalam Anshori dan Sumiyadi (2009 210) dengan judul penelitiannya "Atavisme Pantun dalam Puisi Indonesia: Pemikiran untuk Perpuisian Indonesia. Penelitian ini membahas pantun dari aspek san atau niali- nilai estetika yang ada dalam pantun dan membuat nilai-nilai keperawanan pantun menjadi ruh perpuisian indonesia serta hope para penyair indonesia melakukan atavisme, yaitu membangkitkan kembali ruh puisi indonesia yang sekarang ini tidak sesuai dengan jiwa ma di indonesia. penelitian yang berikut adalah yang dilakukan oleh Jumani (2009) yang di dalam tesisnya yang berjudul "Analisis Struktur dan Nilai Moral Pantun Pada Rubrik" Bujang Besaot "dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Alternatif Ajar Sastra di SMA. Penelitian ini meni beratkan penelitiannya pada struktur pantun, tema rima, dan citraan yang terkandung dalam larik-larik pantun, dan nilai moral yang ada dalam isi pantun pada rubrik "Bujang Besaot dalam surat kabar yang terbit di daerah Bangka. Hasil analisis fungsi bahan belajar sastra untuk SMA,

044

LKS adalah panduan bagi siswa untuk mengerjakan pekeriaan tertentu yang dapat meningkatkan dan memperkuat hasil belajar (Sumiati dan Asra, 2007: 171) Menurut Dhari dan Dharyono (988) peran LKS dalam proses pembelajaran adalah sebagai alat untuk memberikan pengetahuan, sikap, dan prestasi pada siswa . Penggunaaan LKS gkinkan guru. mengajar lebih optimal memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan, memberi penguatan, dan latihan siswa memecahkan masalah manfaat penggunaan LKS bagi siswa menurut Dhari dan Dharyono (1988) adalah untuk: meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar 1) 2) melatih dan mengembangkan proses pembelajaran pada siswa sebagai dasar penerapan ilmu pengetahuan; 3) membantu memperoleh catatan tentang materi yang dipelajari melalui kegiatan tersebut; 4) membantu menambahkan informasi tentang konsep yang belajar melalui kegiatan belajar siswa secara sistematis. LK dapat berfungsi sebagai dasar umpan balik bagi guru untuk mengetahui kemampuan yang telah dicapai oleh siswa. Bagi siswa LKS menjadi alat untuk menguatkan respons (reinforcemen), jika diketahui pekerjaan yang sudah benar. Dengan disediakan LKS, pemberian umpan balik dapat dilakukan terus menenus, sehingga dorongan untuk belajar yang bisa intruksi dapat terpelihara pada diri siswa. Selain itu LKs juga bisa berfungsi sebagai alat untuk memberikan pengayaan terhadap hasil belajar, karena pekeriaan yang dibuat dapat dibagi dan diperkaya materi pembelajaran yang dipelajari (Sumiati dan Asra, 2007: 172) Seperti langkah-langkah dalam penulisan LKS adalah sebagai berikut: l) melakukan analisis kurikulum: SK, KD, indikator dan materi pembelajaran; 2) menyusun peta kebutuhan LKS: 3) menentukan judul LKS;

035

I) relevan dengan standar kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik: 2) bahan ajar merupakan isi pembelajaran dan penjabaran dari standar kompetensi dan ketepatan 3) memberikan motivasi peserta didik untuk belajar lebih jauh; 4) berkaiatan dengan bahan sebelumnya: 5) bahan yang disusun secara sederhana dari yang sederhana menuju yang kompleks; praktis: 6) 7) bermanfaat bagi peserta didik; 8) sesuai dengan perkembangan zaman 9) dapat diperoleh dengan mudah 100 menarik minat peserta didik; 11) memuat ilustrasi yang menarik hati peserta didik; 12) rasa aspek-aspek linguistik yang sesuai dengan kemampuan peserta didik; 13) berhubungan erat dengan pelajaran-pelajaran lainnya: 14) menstimulas aktivitas-aktivitas pribad para peserta didikyang; s) menghindari konsep yang samar-samar agar tidak bisa peserta didik; 16) memiliki sudut pandang yang jelas dan tegas; 17 membedakan bahan ajar untuk anak dan untuk orang dewasa: 18) pria perbedaan pribadi para peserta didikpemakainya. Dari sisi lain, kriteria bahan ajar yang baik dapat ditinjau dari beberapa aspek, yaitu aspek penampilan segi bahan, aspek buku pendukungnya, aspek linguistik, aspek filosofi, dan aspek evaluasinya. 2.3.4 Perancangan Bahan Ajar Pantun Dalam penelitian ini bahan ajar yang akan di buat berdasarkan hasil analisisnya adalah bahan ajar cetak dalam bentuk Lembar Kerja Siswa (LKS).

024

2.3.2 Jenis-Jenis Baban Ajar Menurut Majid (2008: 174) bahan ajar dikelompokkan menjadi empat yaitu l) bahan ajar cetak (cetak antara lain handout, buku, modul, embar kerj siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto / gambar, model / makets 2 bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compac disk audio: 3) bahan ajar pandang dengar (audio visual seperti video, compact disk, film; 4) bahan ajar interaktif (bahan ajar interaktif seperti compact disk interraktif, fakta, hal, konsep, prosedur, dan sikap atau hal. fakta yaitu segala hal yang berwujud. dan nama, nama, nama, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya: 2) konsep segala sesuatu yang berwujud pengertian-pengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputu defenisi, pengertian, cirri khusus, hakikat, inti / isi dan sebagainya; pitu adalah hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi penting. pengertian, adagium, postulat, paradigma, teorema, dan hubungan antar konsep yang implikasi karena akibat; 4) prosedur merupakan langkah-langkah logis atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem; 5) sikap atau nilai adalah hasil belajar aspek lnya yang kejujuran kaasih katakan, tolong-menol semangt dan minat belajar dan bekeria, dsb. 2.33 Kriteria Bahan Ajar Yang Baik Menurut Iskandarwassid dan sunendar (2010: 17 l) bahan ajar yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut

014

2.3 Perancangan Bahan Ajar 2.3.1 Hakikat Bahan Ajar Bahan ajar dapat dilihat sebagai bagian inti dari. Bahan ajar mengandung jumlah hal yang harus dipelajari, dikermati, dikaji, dan dikuasai peserta didik agar dia yang sesuai. Sasaran tersebut harus sesuai dengan standar kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik. Artinya, materi yang ditentukan untuk kegiatan pembelajaran yang merupakan materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar. dan tercapainya indikator. Karena itu, dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi Bahan Ajar (bahan ajar diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan (Puskur, Balitbang, 2006: 3). Menurut Majid (2008: 173) " Bahun ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru linstruktor dalam pelaksanaan kegiataan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa ditulis ulang bahan dan bukan bahannya. Isnya, Iskandarwassid dan Sunendar 2010: 171) menyata bahan ajar adalah seperangkat formasi yang ha diserap peserta. didik melalui pembelajaran yang menyenangkan. peserta didik harus benar-benar bisa manfaat bahan ajar atau ateri itu setelah ia memaha nya berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahan ajar merupakan inti dari pembelajaran, bahannya tidak tertulis. bahan ajar dapat membuat pelajaran lebih menyenangkan dan membant u siswa lebih cepat memahami materi pembelajaran.

010

(3) Cara berpikir sikap, dan perbuatan yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan Cinta Tanah Air yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial. budaya, ekonomi, dan politik bangsa. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk 12 Menghargai Prestasi ghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, menterjemahkan, dan hormat keberhasilan orang lain tindakan yang menampilkan rasa senang berbicara. 13 Bersahabat / Komunikatif bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas lihat Cinta Damai dirinya. Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca 15 Gemar Membaca. berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Sikap dan tindakan yang selalu terjadi pada lingkungan alam di sekitarnya dan 16 Peduli Lingkungan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan Peduli Sosial pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Sikap dan perilaku seseorang untuk melakukan tugas dan kewajibannya yang seharusnya dia lakukan Tanggung Jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, Tuhan Yang Maha Esa. Dalam penelitian ini penulis berpedoman pada panduan nilai karakter yang yang oleh Puskur untuk menganalisis nilai-nilai yang ada di Pantun Melayu di Kota Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara Hal ini dibangun pada lingkup nilai yang terkandung di dalamnya yang terakhir, termasuk moral, akhlak, dan sosial. juga sesuai dengan dunia pendidikan.

954

27 Tabel 2.2 Nilai Nilai Karakter Paskur No Nilai Deskripsi Sikap dan Perilaku yang patuh dalam pelaksanaana ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap Religius pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Perilaku yang dibangun pada upaya mewujudkan Jujur dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. Toleransi suku, suku pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh Disiplin pada berbagai ketentuan dan peraturan. Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sugguh Kerja Keras dalam mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas, dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-az. Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan kreatif cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada Mandiri orang lain dalam penyelesaian tugas-tugas. Cara berpikir, bersikap, dan tindakan yang menilai Demokratis sama hak dan kewajiba dirinya dan orang lain. Sikap dan tindakan yang selalu terbuka untuk 9 Rasa Ingin Tahu lebih dalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar. 10 Semangat Kebangsaan Cara berpikir, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri sendiri

948

dua baris pertama tanpa isi disebut sampiran, dua baris terakhir merupakan isi dari pantun itu. 2.1.1.1 Bentuk Pantun Pada dasamya isi Melayu tradisional tersusun dari baris-baris atau urutan-urutan perkataan yang berulang-ulang dalam menghadapi sejajar Sesuai dengan skema rima a ba-b atau aa-aa, baris pertama berpasangan dengan baris ketiga dan baris kedua berpasang dengan baris emp. Dengan demikian, sebuah pantun yang baik akan memiliki pasangan-pasangan yang sempurna bukan saja dari segi rima dan jumlah suku katanya, pelaut juga perkatan. perkatan yang mungkin berpasangan Untuk menciptakan rima dan irama suatu pantun, dalam satu baris ierdiri atas 4 sampai 6 kata atau 8 sampai 12 suku kata. Pemyataan ini sebagai suatu sistem kurang yakin karena tidak men kepastian. Yang pasti adalah gandung yang satu baris pantun terdiri atas dua pemenggalan yang sama, yang disusun oleh sebuah pemenggalan puisi yang disebut caesura Uunus, 1983: 155) Dari segi jumlah barisnya, pantun selalu berumlah genap, mulai bejumlah dua, empat, enam, delapan, atau dua belas baris atas. Pantun yang sudah dikenal yang umumnya rerdiri dari empat baris bersejak bab, dua baris pertama awal yang sama dilakukan Rosidi 2008: 5) "Pantun setiap umpan lariknya selalu genap dan terbagi menjadi dua, ada yang setip baitnya terdiri dari 2, 4, 6, 8 , 10, 12. larik, dan seterusnya Larik bagian yang pertama disebut sampiran, sementara bagian yang kedua disebut isi, Badudu (19g4: mengelompokkan pantun dari segi bentuknya menjadi: d pantun biasa, (2) pantun berkait, g) talibun, 4 pantun kilat / karmina.

935

orang untuk menentukan apakah itu baik atau buruk tentang objek, ide, dan gaya perilaku (Djahiri, 1989: 4). Hal senada disampaikan oleh Amri dkk 201: 83) yang menyatakan sesuatu yang berharga, baik, luhur, diinginkan dan tindakan penting oleh masyarakat pada kebutuhan perlu diperkenalkan pada anak. Dalam perspektif Lickona (1991: 43: Kesuma dkk, 2012: l4), yang sangat penting untuk dikembangkan menjadi karakter ada dua, yaitu hormat (hormat) dan tanggung jawab (tanggung jawab). Lickona menganggap penting kedua hal tersebut untuk: 0) pembangunan kesehatan pribadi seseorang. (2) demokratis, dan (4) dunia yang lebih adil dan damai. Dalam referensi Islam, yang sangat terkenal dan melekat yang hadir akhlakuperilaku yang luar biasa tercermin pada Nabi Muhamad saw. yaitu: sidik. Karena Nabi Muhamad Saw, juga dikenal karakter kesabarannya, ketangguhannya, dan berbagai karakter lain. Berdasarkan pendapat di atas dapat dijelaskan adalah sesuatu hal yang berhubungan dengan sesuatu ukuran tentang kebaikan yang didukung oleh seseorang. Nilai merupakan standar perilaku seseorang dalam menentut apa yang indah, berharga, efisisien atau tidaknya sesuatu 2.2.1 Nilai Karakter watak atau karakter yang berasal dari kata yunani charassein, yang berarti barang atau alat untuk menggores, yang kemudian hari dipahami sebagai cap. Jadi watak atau karakter itu sebuah stempel atau cap, sifat-sifat yang stempel / (Adisusilo, 201216. Hal senada juga disampaikan oleh melekat pada seseorang Soedarsono (2010: 97) yang menyatakan karakter adalah nilai-nilai kita melalui pendidikan, pengalaman, percobaan, yang terpatri dalam diri pengorbanan, dan pengaruh lingkungan, dipadukan den gan dari-dalam dari dalam

929

(2) 4 lsi: Pokok Permasalahan dalam isi adalah curahan kalbu dan itu. perasaan penciptanya yang Agama dengan percintaan hubungan Sosial cerita kehidupan Keluarga adat / pekawinan Pendidikan, Budi pekerti b Hubungan antara sampiran dengan isi c, Jenis Pantun berdasarkan isi Pantun orang tua Pantun orang muda Pantun anak-anak 2.2 Hakikat Nilai Menurut Adisusilo (2012: 56) , yang berasal dari bahasa latin vale re yang berarti berguna, bisa akan, berdaya, berlaku, jadi dinrtikan sebagai sesuatu yang enak, bermanfaat dan paling benar menurut keyakinan sescorang atau sekelompok orang. Nilai adalah kualitas suatu hal yang membuat hal itu penting, diinginkan, dikejar, ekstra, berguna dan bisa membuat orang yang menghayatinya menjadi bermartabat. Nilai adalah apa yang tepat, benar, adil, dan indah. Nilai merupakan standar untuk mempertimbangkan dan memilih prilaku apa yang pantas atau tidak. Nilai secara umum akan berhubungan dengan kebaikan, kendati keduaanya memang tidak sama, lebih tinggi pada sikap, pendapat atau rasa seseorang terhadap objek, sedangkan kebaikan melekat pada objeknya. Nilai adalah tuntunan mengenai apa yang baik, benar, adil, dan indah. Nilai merupakan standar untuk mempertimbangkan dan memilih prilaku apa yang pantas atau tidak baik dilakukan. Apakah seseorang suka atau tidak suka. Dalam hal yang lebih kompleks, akan membantu

908

Tabel 2.1 Struktur Pantun Unsur-Unsur Jenis (1) i. Beberapa suku kata setiapbaris larik Terdiri dari 8-10 suku kata 2. Jumlah larik / baris setiap bait Pantun biasa (terdiri dari 4 larik) Pantun yang bersambung sambung (pantun berkait) Talibun (terdiri dari 6, 8, lo, 12, dst) Pantun kilat / Karmina (terdiri dari 2 larik); 3. Rima: pengulangan bunyi dalam puisi. Sebuah. Pola rima pantun a, ba, b atau aaara. Dengan pengulangan bunyi tersebut b. Jenis rima puisi menjadi merdu bila dibaca. Berdasarkan bunyi Rima sempuma Rima tak sempurna Rima standar Rima terbuka Rima tertutup -Rima alitersi NAsonansi .Disonansi Berdasarkan letak kata-kata dalam baris-baris: Rima awa Rima tengah Rima akhir Rima tegak Rima datar Rima sejajar Rima berpeluk Rima bersilang Rima rangkai Rima kembar Rima patah

900

dan (4) pantun beriba hati. Sementar itu pantun orang tua, dibagi atas: (l) pantun nasihat, (2) pantun adat, dan (3) pantun agama. Menurut Badudu (1984: 8-11) isi pantun dibedakan atas: (1) pantun anak anak, (2) pantun orang muda (tradisi pantun orang muda) (3) pantun orang tua (b nasihat, juga tentang adat atau agama ), (4) pantun jenaka, dan (5) erisi pantun teka-teki rizal (2010: 10) menyatakan berdasarkan isi pantun dibagi menjadi orang tua. Pantun anak-anak, dibagi lagi menjadi (Pantun Bersukacita, (b) Pantun Berdukacita, dan (e) Pantun Jena Pantun orang Muda dibagi menjadi: (a) Pantun Dagang (Pantun Nasib) dan (b) Pantun Muda. Pantun Muda terbagi lagi menjadi Pantun Perkenalan, Pantun Perasih, Pantun Perdamai, Pantun Beriba hati. Pantun orang Tua dibagi menjad (a) Pantun Nasihat, (b) Pantun Adat, dan (e) Pantun Agama. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan antara sampiran dan isi pantun tidak mengandung makna hubungan. isi pantun itu adalah curahan kalbu dan perasaan penciptanya yang berhubungan dengan cerita kehidupan, seperti masalah agama, sosial, keluarga / perkawinan / adet, pendidikan, dan budi pekerti. sampul pantun dibagi menjadi tiga, yaitu pantun orang tua, pantun orang muda, dan pantun anak-anak. dalam penelitian ini struktur pantun yang akan dianalisis terdiri dari jumlah larik, jumlah suku kata, rima, dan isi pantun. untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini

849

Sedikitnya ada lima k yang khas sampiran, yaitu (1) sampiran lazimnya wah eitraan alam dan benda-benda konkret, (2 hubungan antarkata dalam satuan sintaksis dan semantis, sering kali tidak logi 3) kalimat-kalimat sampiran tidak mudah dipahami, (4 ) satuan kalimat sampiran tampak lebih komplek, dan (5) ingat sampiran lebih ditekan pada bunyi, bukan pada makna, maka ada macam licentia poetica yang digunakan pemantun, yaitu kebebasan untuk menyimpang dari benda, dari bentuk atau peraturan konvensional untuk menghasilkan efek yang dikehendaki ( Mahayana, 2005: 189-190) Pada akhirnya isi pantun berhubungan dengan hal-hal berikut: (1) per tingkah laku, moral, etika yang semuanya berpulang pada diri individu, 2) hubungan antar kata dalam satuan sintaksis dan scmantis, dapat diterima dan logis, (3) tata kalimat relatif dapat dipahami, (4) menggunakan kalimat sederhana, dan (5) memperhatikan konvensi yang berlaku (Mahayana, 2005: 190) Intoyo (Hutomo, 1993: xxxviii) pria jelaskan isi pantun itu curahan kalbu, perasaan dan pikiran yang berhubungan dengan gerak-gerik jiwa pribadi peneiptanya. Selain itu pantun juga revisi tentang didaktis dan amoreus (pernyataan-pemyataan tentang percintaan). Ghazali menyatakan (958: 124) dalam kegelapan atau mengarangkan sebuah pantun sampiran harus kita singkirka saja, karena isi hanya ada di bagian kedua dari pantun Menurut Ch. A. Van ophuysen dalam Redaksi Balai Pustaka (2008: 13 16) pantun berdasarkan kandungan di dalam lima jenis, yaitu: (l) pantun tua, (2) pantun dagang, (3) pantun riang, (4) pantun nasihat, (50 pantun muda selanjutnya pantun ini dibagi lagi menjadi: a) pantun anak-anak (budak-budak) Pantun anak-anak t atas: (a) pantun bersuka cita, (b) pantun berduka cita sementara itu pantun orang muda tersusun atas tiga jenis , pantun muda, dan (3) pantun jenaka. Dalam pantun Melayu, pantun muda ini dibagi lagi menjadi empat jenis tun berkenalan, (2) pantun berkasi-kasihan, (3) pantun muda, dan (3) pantun jenaka. ) pantun perceraian, yaitu:

845

h) rima bersilang (rima salib), yaitu rangkan letak rimanya berselang-seling. baris pertama berima dengan baris ketiga dan baris kedua berima dengan baris emp; i) rima rangkai, yaitu mantra kata-kata yang berima terdepat pada kalimat yang beruntun rima kembar, yaitu kalimat yang beruntun dua-dua berima sama: k) rima patah, yaitu perkataan dalam umpan puisi ada kat-kata yang tidak berima; l) rima rupa, rima napa hanya ada pada puisi-puisi Melayu klasik yang ditulis dengan bahasa Arab Melayu. Tulisan (bentuknya) tampak sama, tapi bunyinya berbeda. Misalnya tulisan kata ramai dan rami sama saja, begitu juga misalnya kata lampau dan lampu. Dari pernyataaan di atas dapat disimpulkan itu rima adalah persamaan bunyi yang ada dalam pantun, baik dalam satu larik atau antar larik dan dengan ucapan yang indah. Rima secara umum dibagi atas dua bagian, yaitu berdasarkan bunyi dan berdasarkan etisan di dalam pantun 2.1.1.3 Sampiran dan Isi Pantun Salah satu ciri khas yang tanda pantun adalah adanya dua larik pertama yang disebut sampiran dan dua larik kedua yang disebut isi, hubungan sampiran dan isi sering kali tidak ada yang suka ditinjau dari sudut semantik. Tentu demikian, sampailah sampiran tidak pula-merta lahir begitu saja, sebagai pemanis bunyi. pelaut mungkin merupakan simbolisasi dari proses berpikir si pemantun. Hal ini sependapat dengan Rosidi (2008: 5) yang menyatakan tidak sering ada hubungan apa-apa antara bagian sampiran dengan isi, kecuali persamaan; larik pertama bunyi akhir dengan larik ketiga. larik yang kedua berbunyi akhir sama dengan larik kum. Dan kalau lebih dari empat larik, maka larik ketiga berbunyi akhir sama dengan yang keenam, dan larik yang terjemahnya sama dengan larik kedelapan, dan seterusnya.

835

g) Asonansi, yaitu mantel yang berima itu bunyi vokal yang menjadi kerangka kata-kata, baik pada satu baris maupun pada baris yang berlainan Misalnya: mum-bang se-ku-pang tum-bang se-du-lang kum-bang se gu dang Yang disebut asonansi ini vokal-vokal u, sebuah kata kata pertama dan e, u, a pada kata-kata kedua. h) Disonansi, yaitu vokal vokal-vokal yang menjadi kerangka kata-kata seperti pada asonansi tadi memberikan kesan bunyi-bunyi yang bertentangan tan-ding (u-ala-i) Misalnya: bu dak man-dur (ia au) ti-das Rima berdasarkan letak kata-kata dalam baris Rima berdasarkan berdasarkan kata-kata dalam baris-baris atas: a) rima awal, yaitu kata-kata yang berima itu ada pada awal kalimat; b) rima tengah, yaitu kata-kata yang berima ada pada tengah kalimat: c) rima akhir, yaitu kata-kata yang beria terdpat pada akhir kalimat; berlainan; e) rima datar, yaitu kata kunci-kata berima pada baris yang sama: rima sejajar, yaitu mantra sepatah kata bekas berulang-ulang dala kalimat yang beruntun; yaitu baris pertama berima deng (ima baris keempat dan baris kedua berima dengan baris ketiga;

829

Rima berdasarkan bunyi atas: a) Rima sempurna, yaitu rima seluruh suku akhirnya berima sama; ra-kit Misalnya: pe-ti sa-kit Hat b) Rima tak sempurna, yaitu rima yang berirama hanya sebagian suku akhir kata ma-lang pe-ri-gi Ter-bang ha-t co Rimaolut, yaitu mantel seluruh kata berima Misalnya: Mendatang datang jua, kenangan lama lampau. Menghilang muncul jua, yang dulu sinau-silau. Katajua yang diulang dua kali pada tempat yang sama itu berima mulak. d) Rima terbuka, yaitu rima yang suku akhir dengan vokal yang diikuti dengan konsonan yang sama Contoh: ku-da ke-mu-mu la-da il-mu e) Rima tertutup, yaitu rima yang suku akhir suku tertutup dengan vokal yang mengikuti konsonan yang sama Contoh: la-mun cem-pe-dak. da -un beng-kak Rima aliterasi, yaitu roti yang berima bunyi bunyi awal pada tiap-tiap kata sebaris, maupun pada baris-baris berlainan Contoh: bukan beta bijak bestari pandai menggubah madahan syair

816

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan aspek-bentuk yang ada dalam pantun adalah jumlah baris, jumlah suku katu, dan kelainan rima. Pantun-pantun yang lebih dari empat tidak begitu populer penyebab sukar dalam pembuatannya. Hasil kajian menunjukkan pantun empat baris merupakan satu bentuk pantun yang par excellence atau yang paling baik, mudah, dan paling sesuai untuk dinyanyikan. 2.1.1.2 Rima Pantun Salah satu unsur penting dari pantun adalah rima. Rima menjadi syarat pokok yang mendukung irama pantun. Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi. Dengan pengulangan bunyi puisi tersebut menjadi merdu bila dibaca. Untuk mengulang bunyi ini, penyair juga mempertimbangkan lambang bunyi (Waluyo, 1991: 90). Selanjutnya, menurut Situmorang (981: 32) "Rima adalah kalimat yang berulang-ulang yang ada pada akhir baris atau pada kata-kata tertentu pada setiap baris. ' hahahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa puisi secara keseluruhan karena pada hakikatnya karya sasra adalah urutan bunyi yang menghasilkan mukna. Efeknya tidak dapat saling dari makna. Rima memiliki makna dan sangat terlibat dalam bentuk puisi (pantun) secara keseluruhan. Kata-kata disatukan, dipersamakan, atau dikontraskan oleh rima Wellud dan Werren, 1989: 199) Bandudu (1984: 11) mendefenisikan rima sebagai pengulangan bunyi yang sama. Pada puisi lama seperti pantun dan syair amat terikat pada rima, terutama rhm. Badudu beberapa macam macam rima sebagai berikut.

810

3) Talibun Talibun hal pantun juga, tapi tersusun atas enam, delapan, atau sepuluh baris, bahkan sampai dua belas baris dalam satu umpan. Pembagian baitnya sama dengan pantun, yaitu jika talibun enam baris, maka tiga baris pertama sampirannya dan tiga baris berikutnya adalah isi pantun. Jika disusun atas delapan baris, maka pembagiannya empat baris dan seterusnya. empat-e Contoh Putus manik di Salido pecah terlompat atas karang dipilih anak orang Kuric ikan belang dibawa lalu. Berbantah ninik yang berdua suka laras seorang seorang karena baik sama suc aman datang damai bertemu. 4) Pantun Kilat Pantun kilat atau karmina pantun yang hanya tersusun atas dua baris yaitu baris pertama merupkan sampiran dan baris kedua adalah isi. Sebenarnya berasal dari empat bari yang tiap barisnya bersuku kata empat atau lima, lalu kedu baris yang pendek itu diucapkan sekaligus kalimat-kalimat, dan biasanya dituliskan dua baris saja. Itu punah-olah pantun dua baris jadi dinamakan juga pantum dua seumtai. Contoh: Gendang gendut, tali kecapi. Kenyang perut, senanglah hati. Lalu buat Gendang gendut tali kecap Kenyang perut senanglah hati.

748

dua baris pertama tanpa isi disebut sampiran, dua baris terakhir merupakan isi dari pantun itu. 2.1.1.1 Bentuk Pantun Pada dasamya isi Melayu tradisional tersusun dari baris-baris atau urutan-urutan perkataan yang berulang-ulang dalam menghadapi sejajar Sesuai dengan skema rima a ba-b atau aa-aa, baris pertama berpasangan dengan baris ketiga dan baris kedua berpasang dengan baris emp. Dengan demikian, sebuah pantun yang baik akan memiliki pasangan-pasangan yang sempurna bukan saja dari segi rima dan jumlah suku katanya, pelaut juga perkatan. perkatan yang mungkin berpasangan Untuk menciptakan rima dan irama suatu pantun, dalam satu baris ierdiri atas 4 sampai 6 kata atau 8 sampai 12 suku kata. Pemyataan ini sebagai suatu sistem kurang yakin karena tidak men kepastian. Yang pasti adalah gandung yang satu baris pantun terdiri atas dua pemenggalan yang sama, yang disusun oleh sebuah pemenggalan puisi yang disebut caesura Uunus, 1983: 155) Dari segi jumlah barisnya, pantun selalu berumlah genap, mulai bejumlah dua, empat, enam, delapan, atau dua belas baris atas. Pantun yang sudah dikenal yang umumnya rerdiri dari empat baris bersejak bab, dua baris pertama awal yang sama dilakukan Rosidi 2008: 5) "Pantun setiap umpan lariknya selalu genap dan terbagi menjadi dua, ada yang setip baitnya terdiri dari 2, 4, 6, 8 , 10, 12. larik, dan seterusnya Larik bagian yang pertama disebut sampiran, sementara bagian yang kedua disebut isi, Badudu (19g4: mengelompokkan pantun dari segi bentuknya menjadi: d pantun biasa, (2) pantun berkait, g) talibun, 4 pantun kilat / karmina.

Rabu, 06 Desember 2017

9437

13 Pantun menunjukkan adanya ikatan yang kuat dalam struktur kebahasaan atau tipografi atau struktur fisiknya. Untuk struktur tematik atau struktur makna dijelaskan menurut aturan jenis pantun. Struktur kebahasaan jumlah: (1) kata setiap baris; (2) jumlah baris setiap umpan; (3) aturan dalam rima dan ritma (Waluyo, 1991: 8) Pantun yang baik harus memiliki syarat-syarat pantun. Syarat-syarat pantun yang baik ini adalah sebagai berikut: l) terdiri atas empat baris; 2) tiap baris terdiri atas 8 sampai 10 suku kata: 3) dua baris pertama disebut sampirn. Isi dua baris pertama alam dan sebagainya Dua baris berikutnya mengandung isi yang ingin disampaikan 4) pantun mementingkan rima akhir. Rumus akhirnya adalah a-b-a-b, yang disebut juga abjad, maksudnya, akhir baris pertama sama dengan akhir baris ketiga, baris kedua sama dengan baris empu (Badudu, 1984: 8-11). Sehubungan dengan sajak pantun agni 2008: 6) mengatakan "sebuah pantun yang baik punya sajak a-b-a-b. Bila ada pantun yang tidak bersajak a-b-a-b pantun ini sih pantun yang baik." Selanjutnya Ghazali (1958: 129) menyatakan tentang sajak a-b-a-b, itu tidak ciri yang mutlak untuk suatu pantun, karena ada juga pantun yang bersajak sama-sama: a-a-a, seperti yang ada pada syair. Ciri yang menilainya sampiran, karena tidak ada ada pada bentuk puisi lama yang lain. Menurut Effendy (1983: 28), syarat-persyaratan dalam pantun adalah: tiap bait terdiri dari empat baris 2) setiap baris terdiri dari empat atau lima kata atau terdiri dari delapan atau sepuluh suku kata; 3) sajaknya bersilih dua-dua: a-to-a-b. bisa juga jak a-a-a-sajaknya bisa menjadi sajak paruh atau sajak penuh;

Struktur berhubungan

Struktur berhubungan dengan bentuk atau bentuk. Menurutnya la truktur adalah sesuatu yang mengambil bentuk. Para ahl lebih cendrung menggunakan istilah "struktur" sebagai ganti istilah "bentuk menurut Endraswara (2008: 500 strukturalis pada biaya adalah cara erpikir tentang dunia yang bertalian dengan tanggapan d eskripsi struktur struktur. Dalam pandangan ini karya sastra diasumsikan se enomena yang memilki struktur yang saling terkait satu sama lain. Strukturalisme ebenarnya merupakan paham filsafat yang memandang dunia sebagai realita erstruktur. Dunia sebagai suatu hal yang tertib, sebagai sebuah realita da Analisis terhadap unsur-unsur pembangun karya sastra dapat membuka akna karya sastra tersebut karena gambaran yang jelas tentang sebuah benda arya sastra hanya bisa diperoleh sebuah penelaaha menurut kaum strukturalis, rtama-tama dipusatkan pada s yang membangunnya. apa yang bisa kita dapatkan dari kebohongan makna trinsik yang hanya bisa digali dari karya itu sendiri tidak akan terungka na unsur- unsur karya sastra h dapat karya sastra eeuw, 1991: 16). Dalam buku yang lain, Teeuw (1988: 135) pernyataan analisis struktural untuk membongkar dan parkan secermat, mema eliti, sedetil, dan sedalam mungkin keterkaitan semua unsur dan aspek karya tra yang secara bersamaan menghasilkan makna yang utuh Untuk memahami sebuah pantun mewujudkan catatan jalinan antara menghubungkan unsur-unsurnya sebagai bagian dari keseluruhan. Sebab unsur-unsur ebut membentuk struktur pantun yang koheren dan utuh bisa mberikan kebulatan makna. Unsur-unsur ini dapat dikaji dengan menggunakan dekatan struktural. Dibandingkan dengan jenis-jenis puisi lama lainnya, pantun memiliki cir khusus yang membedakannya dengan syair, gurindam, mantra, atau bida

Hal 13

13 Pantun menunjukkan adanya ikatan yang kuat dalam struktur kebahasaan atau tipografi atau struktur fisiknya. Untuk struktur tematik atau struktur makna dijelaskan menurut aturan jenis pantun. Struktur kebahasaan jumlah: (1) kata setiap baris; (2) jumlah baris setiap umpan; (3) aturan dalam rima dan ritma (Waluyo, 1991: 8) Pantun yang baik harus memiliki syarat-syarat pantun. Syarat-syarat pantun yang baik ini adalah sebagai berikut: l) terdiri atas empat baris; 2) tiap baris terdiri atas 8 sampai 10 suku kata: 3) dua baris pertama disebut sampirn. Isi dua baris pertama alam dan sebagainya Dua baris berikutnya mengandung isi yang ingin disampaikan 4) pantun mementingkan rima akhir. Rumus akhirnya adalah a-b-a-b, yang disebut juga abjad, maksudnya, akhir baris pertama sama dengan akhir baris ketiga, baris kedua sama dengan baris empu (Badudu, 1984: 8-11). Sehubungan dengan sajak pantun agni 2008: 6) mengatakan "sebuah pantun yang baik punya sajak a-b-a-b. Bila ada pantun yang tidak bersajak a-b-a-b pantun ini sih pantun yang baik." Selanjutnya Ghazali (1958: 129) menyatakan tentang sajak a-b-a-b, itu tidak ciri yang mutlak untuk suatu pantun, karena ada juga pantun yang bersajak sama-sama: a-a-a, seperti yang ada pada syair. Ciri yang menilainya sampiran, karena tidak ada ada pada bentuk puisi lama yang lain. Menurut Effendy (1983: 28), syarat-persyaratan dalam pantun adalah: tiap bait terdiri dari empat baris 2) setiap baris terdiri dari empat atau lima kata atau terdiri dari delapan atau sepuluh suku kata; 3) sajaknya bersilih dua-dua: a-to-a-b. bisa juga jak a-a-a-sajaknya bisa menjadi sajak paruh atau sajak penuh;

Sabtu, 25 November 2017

Agenda pusdai

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

MT PUSDAI & GMI(GERAKAN MUSLIMATj INDONESIA).ALISA KHADIJAH ICMI &KOPERASI INSAN MADANI ICMI bekerjasama dgn ICMI& IKAPI JABAR
kembali mengajak seluruh keluarga muslim utk mengikuti

Sepekan Kajian  MT PUSDAI dlm rangka :
"ISLAMIC FESTIVAL BOOK FAIR "   

🗓kamis-Kamis 23-30 November'17
🏚BALE ASRI MASJID PUSDAI Jl. Diponegoro 63 Bandung
⏱08.30-11.30 WIB
➡Untuk Umum dan GRATIS
📚Narasumber :

Kamis 23 Nov 2017
1. DR ( HC ) Ahmad Heryawan
2.HJ. RR Ina Wiyandini BA
3. HJ, Neno Warisman
4. Ahmad Khumaidi
     MC Teh Rini & Kang Daan

Jumat 24 Nov 2017
1. DR H. Aam Amirudin M.Si
     MC Teh Rini & Kang Harry BPM

*Sabtu 25 Nov 2017*
1.Ustad Suherman Al Hafidz( Pimpinan Pondok Takhfidz Jus Koki ina cookies
*2. DR. Heri Khoirudin M.Ag (Lembaga Studi Ulumul Qur'an /LSUQ)*
     MC Teh Rini & kang Daan

Minggu 26 Nov 2017
1. DR KH Athian Ali M. DA. ILC
2. H. Dudi Mutaqin
    MC Kang Zae

Senin 27 November 2017
1. Prof. DR KH Miftah Faridl
2. Prof. DR H. Amien Rais
     MC Teh Rini & Kang  Zae

Selasa 28 Nov 2017
1. HJ. Irena Handono
2. Ustad H.A Buchory Muslim, S.Psi,MA,ME.sy.
     MC  Teh Rini & Kang Harry BPM

Rabu 29 Nov 2017
1. H. Asep Saripudin ( ketua API )
2.* Prof. DR Yusril Ihza Mahendra SH M. Si
3. Hj.Gyselawati H.Deddy Mizwar S.Sn.,SE,M.I.Pol.
      MC Teh Rini & Kang Zae

Kamis 30 November 2017
1. DR.Netty Prasetiyani M.si
2. Ustad Erick Yusuf
3.* Prof. DR Jimly Asshidiqie SH
    MC Teh Rini & Kang Harry BPM

Wassalamu'alaikum
Hj. RR. Ina Wiyandini.BA
Ketua
MT PUSDAI
PP GMI
Alisa Khadijah
Koperasi ICMI
WKL. Ketua ICMI

Sabtu, 18 November 2017

Tulang

Tulang ruas merenggang, membiarkan otot otot bisep trisep menegang.
.
Untuk beberapa saat biarlah rindu berjalan melihat tanpa memandang
.
Aku akan berjalan tidak akan pernah mundur kebelakang.
.
Sebab dengan berjalan bisa memanjakan pikiran dan asa yang dimainkan.

Rabu, 26 April 2017

Pedagogik kritis

https://www.google.co.id/amp/s/pendidikanprogresif.wordpress.com/2014/09/16/mari-mengenal-pedagogi-kritis/amp/