Sabtu, 02 Februari 2019

Berkah itu apa?

Teman2, sering kan mengucapkan, mendoakan orang lain atau mendapatkan doa dari orang lain dengan kalimat barokallah atau moga Allah memberkahi mu.

Yuk kita pahami apa sih makna berkah...
Bismillahirrohmanirrohim

Memaknai Arti Berkah

Habib Dr. Salim Segaf Al Jufri

Barokah atau berkah adalah kondisi yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.

Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatanmu kepada Allah dengan segala keadaan yang ada, baik  berlimpah atau sebaliknya.

Barokah itu: "...albarokatu tuziidukum fii thoah." Barokah itu menambah taatmu kepada Allah.

Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub AS, sakitnya menambah taatnya kepada Allah.

Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.

Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan Allah  ...tiada banding....tiada tara.

Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.

Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama Allah.

Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.

Anak-anak yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih & tak henti-hentinya mendo'akan kedua Orangtuanya.

Semoga segala aktifitas kita penuh berkah.

Barokallahu fiik

Aamiin yaa Robbal'aalamiin

Rabu, 09 Januari 2019

Sej pantun

Selamat datang di Catatan

Di Mandailing pemuda-pemudi mempunyai sejenis bangsa Van daun untuk menyatakan cinta kasih mereka kalau seorang pemuda mengirim gadisnya daun Sitara hadungdung sifat acid Anis pondok-pondok dan tahu artinya ialah sejak kita berpisah tiadalah saya dapat tidur Sebelum menangis shitara bersajak dengan mas dalam kurung berpisah dengan doa sesudah kata bersajak kita dalam kurung kita nangis bersajak nangis-nangis bersajak dengan modem tidur tahu bersajak dengan saya pantun mempunyai persamaan dengan senandung Mandailing yang dikenal dengan nama induk asal mula pantun mungkin seperti itu berkembang dari bahasa daun selain pertentangan mengenai asal-usul dan juga fungsi baris dalam pantun di pertentangan pantun terdiri dari empat baris bersajak ab ab dan 2 baris pertama sampiran atau lampiran dua baris terakhir merupakan isi ciri yang diperdebatkan oleh para ahli dalam kurung dalam kurung 1930 75.2 286 mengatakan bahwa pasangan dua baris pertama dengan dua baris terakhir mempunyai hubungan sangat erat ini berarti tidak ada sampiran semua merupakan isi sebagai bukti dari pendapatnya dalam pantun berikut dalam Sangra Pandan terletak di langkahi darahnya titik di Singapura badannya terlantar di Langkawi Samurai yang terletak di pantai timur Malaysia dekat siang sangat jauh letaknya tetapi tikar pandan yang terletak didepan kita sangat dekat seluruh pantai ini menunjukkan bahwa penggunaan terjadi di suatu tempat yang jauh dari tempat penimbunan sependapat dengan bikin apel dan dia menambahkan bahwa atom tersebut mempunyai makna kiasnya itik yang ditetaskan pada ayam dalam alam pikiran orang Melayu melambangkan seorang pengembara yang Tiada Berteman dan cacat tikar pandan yang terletak didepan melambangkan tikar yang terdapat di rumah orang Melayu yang berada tidak pantas dilihat dengan kasut hiasnya seorang wanita yang mau mengikut dengan kita tetapi kita harus waspada untuk menerimanya RJ wilkinson juga setuju dengan pendapat dua ayat tersebut ada hubungan erat antara pasangan pertama dan kedua dalam pantun yaitu hubungan bunyi pasangan pertama salah oleh pembayar maksud yang terkandung dalam pecahan kedua pasangan pertama harus memberikan satu pikiran kritis dengan keindahan yang tersembunyi sedangkan potong kedua memberikan pikiran yang sama dengan keindahannya yang terbuka

Selasa, 10 Juli 2018

Sintk 23

23 Analisis sintaksis daiam penelitian kata sawi bayi ini dengan cara menentukan fimgsi, kategori, dan peran yang dapat membentuk sintaksis, yaitu bentuk frasa, klausa dan bentuk kalimat. I. Frasa Frasa menjadi satuan gran atik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi tak klausa (Ramlan, 2001, him. 138 & 139). Frasa memiliki dua sifat, yatu: a) Frasa merupakan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih b) Frasa merupakan satuan yang tidak melampaui batas fungsi klausa, maksudnya frasa itu pasti tersedia dalam satu fungsi tak klausa 2. Klausa Klausa adalah satuan gramatik yang terdini dari SP baik striker O, PEL. dan KETukah tidak. Dengan ringkas, klausa itu S P to) (PEL) (KET) Tanda kurung menandakan bahwa apa yang ada dalam kurung itu bersifat manasuka, memang perlu ada, boleh juga tidak ada (Ramlan, 2001, dia 79). 3. Kalimat Setiap satuan Kalimat yang dibetasi oleh adanya jeda panjang yang memperhatikan nada akhir turun atau naik. Sesungguhnya yang menentukan saluan kalimat bukarnalah yang menjadi tidak ada, tidak ada intonasinya (Ramlan, 2001, dia. 21). Analisis kiausa periode makna-umsumya 4. Analisis klausa berdasarkan fur.gsi-fungsinya, menurut Ramlan (2001, hlm. 93) terdiri atas S (subjek). P (predikat), O (objek), PEL (pelengkap), dan KET (keterangan) Menurut Verhaar (dalam Chaer, 2015, h. 20) menjelaskan fungsi adalah kotak-kotak atau tempat-tempst dalam struktur sintaksis yang kedalamannya akan disikan kategoni-kategori tertentu. Kotak-kotak ilu benama subjek (S), predikat (P), objek (O% komplemcn (Kom), dan keterangan (Ket) Menurut Chaer (2015, hhn. 27) yang memprihatinkan kategori sintaksis adalah jenis atau tipe kata frase yang menjadi pengisi fungsi-fungsi sintaksis Kategori sintaksis berkenaan dengan istilah nomina iN), verta (V) ajektifa (A), adverbial (Adv), aumeralia (Num, preposisi (Prep), konjungsi

Sintak 29

29 2.6.5 Rima Menurut Aminuddin (2004, dia 137). rima merupakan bunyi yang berselaing atau berulang, baik dalam larnk puisi maupun pada akhir larik-larik puiši. Sedangkan menurut Altenbernd dan Leslie L Lewis (dalam Badrun, 2003, hlm 28-29) menyebutkan bahwa rima adalah baris-baris sajak yang mengandung rima atau memiliki skema rima jika suku kata terakir dari kata-kata yang menduduki posisi aklir memiliki bunyi yang sama. Akbir kata adalain vokal dari suku kata terakhir yang diberikan dan bunyi-bunyi yang lain yang mengikutinya. Menurut Pradopo (2009, hlm. 37) rima yang banyak dipergunakan sebagai bagian kepuitisan dalam puisi Indonesia adalah sajak akhir, sajak dalam, sajak tengah, aliterasi, dan asonansi. Kosasih (2003, hlm. 210) rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi. Rima berfingsi untuk menampilkan musikalitas atau orkestrasi Dengan adanya tima kemudian bunyi makna yang dikehendaki penyair dapat lebih indah dan makna yang ditimbukan pun semakin kuat Ritma adalah sebagai pengulangan kata, fłasa, atau kata-kata dalam umpan-umpan puisi. Rima ada dalam setiap larik dan umpan dalam sebuah sajak. Waluyo (1995, hilm. 90) mengemukakan bahwa rima adalah pengulangan bunyi dalam bentuk untuk musikalitas atau orkestrasi, Dengan pengulangan bunyi itu kemudian menjadi kusdu kita dibaca Penilaian bmyi-bunyi akan mendukung perasan dan suasana piusi 2.6.6 Irama Sawér yang puisi yang diuturkan dengan cara diny bernyanyi atau ditembangkan. Atas dasar itu, dalam penelitian ini pertu menganalisis fornula iramanya. Irama menurut Pradopo (2009, hlm. 40) adalah pergantian turun panjang pendek, keras, lembut, ucapan, bunyi, bahasa-bahasa, dan sebagainya. Pradopo juga membagi irama menjadi dua macam, yaitu metrum dan rime. Metrume adalah irama yang tetap, artinya pergantiannya sudah tetap berdasarkan pola tertentu. Hal tu disebablan jumlah suku kata yang sudah tetap dan tckanannya yang sudah tetap untuk suara yang imenaik dasi menunun itu terap sagja Ritme adalah irama yang discbabkan pertahapandan pergantian bunyi tinggi rendahi teracur

Sintak 28

28 2.6.4 Majas Majas merupakam paralelisme makna. Majas memiliki fuigsi untuk mungkongkretkan dan ganti karangan. Moeliono (dalam Badrun, 2003 blm. 36) Kemudian memurnt Pradopo (2009, bim, 61-62), majas menjadi salah satu alat kepuitisan yang dapai menyebabkan puisi menjadi menarik perhatian. membangkitkan kesegaran, hidup, dan mengatur kejelasan angan. Menurut Sudjiman (dalam Nuraini, 2015, hir. 24) majas adalah kata kunci yang melewati batas-batus makranya yang bermalas-malasan atau menyimpang dari arti fotografinya. Sedangkan monurut Luxemburg (dalam Nuraini, 2015, hlm. 24) majas merupakan paya semantik yang mengoreksi pada makna kata, bagian kalimat, dan kalimat., Fungsi dari gagasan untuk makna, makna, makna dan makna. menurut, Agi (2008, hlm. 11) majas merupakan gaya bahasa dalam bentuk tulisan dan lisan yang digunakan dalam karangan yang bertujuan untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran dari pengarang. Perrine (dalam Muzakir, 2014 hlm 19) mengatakan balıwa bahasa figuratif dini lebih efesitif untuk menvatakan apa yang ditanggknn penyair, karena: (1) bahasa figuratif manpu menghaskan nafsu imajimatif, (2) batasa figuratif adalah cara untuk meningkatkan imaji tambahan dalam paisi, yang seperti ini jadi konkret dan isi puisi lebia nikmat dibaca; (3) bahasa figuratif adalah cara mmenambah iniensitas perasaan penyair mtuk puisi dan menyampsikan sikap penyair, (4) bahasa figuratif adalah cara untik mengkonsentrasikan makna yang ingin disampaikan dan cara menyampaikan sesuatu Fang banyak dan luas dengan bahasa singket Menurut Moeliono (dalam Badrun, 2003 , hlm 36) babwa majas dapat dibedakan menjadi tiga macam: majas atau identitas majas, majas pertentangan, dan majas pertau: an atau majas kontiguitas. Majas perbandingan tuehputi perumpamaan, metafora, dan penginsanan. Yang termasuk majas pertentangan adalah ironi, hiperbola, dan litotes, sedangkan yang termasuk bagian utama adalah metonimia, sinekdoke, kilatan, dan eulentisme.

Sintak 27

27 antar bunyi yang ada di dalamnya juga akan ter ganggu karena susunan kata tersebut memimbuikan efek psiklogis 3. Daya Sugesti Kata-kata Sugesti ditinbulkan oleh oleh makna kata yang tepat sangat tepat untuk perasaan penyair. Karena ketepatan pilihan dan ketepatan penempatannya, maka kata-kata itu seperti memancarkan daya gaib yang mampu memberikan daya sugesti kepada pembaca untuk ikut sedih, terharu, bersemangat, marah dan sebagainya, Menurut Widjono (2005, hlm. 87) terdapat 4 indikator ketepatan kata, antara lain: I. Mengomunikasikan gagasan berdasarkan pilihan kata yang tepat dan sesuai berdasarkan kaidah 2. Menghasilkan komunikasi (yang paling efektif) tanpa salah penafsiran 3. Menghasilkan respons pembaca atau pendenger sesuai dengan harapan penulis 4. Menghasilkan target komunikasi yang diharapkan atau salah makna; atau cerdar 2.6.3 Pararelisme Pararelisme menurut Keraf (2010, him. 126) adalah gaya bahasa yang berusaha mencapai kesejahtcraan dalam pemakaian kata-kata atau frasa- frasa yang memiliki fungsi yang sama. Kesejajaran itu dapat berupa bentuk anak-anak Kalimat yang bergantung pada induk kalimat yang sama. Finnegan (dalam Badrum, 2003, hlm. 35), mengartikan pararelisme sebagai sarana struktural dalam berbagai bentuk reprisi dan dapat menjadi satu bagian dalam prosodik puisi. Paralelisme adalah gaya bahasa iengan pengulangan yang sering digunakan dalam puisi Paralelisme dspat dibedakan menjadi dua yaitu, anafora dan efifora a) Anafora merupakan gaya bahasa pengulangan kata atau keiompok kata pada bagian awal puisi atau lagu. b) Efifora menupakan gaya hahasa peniegasan dengan pengulangan kata atau ketompok kata pada bagian akhir puisi atau lagu

Sintak 26

26 memahami, mengatur, dan menggunakan berbagai kosa kata secara aktif yang dapat digunakan secara efektif memungkinkan untuk mengirim informasi ke pembaca ataiu pendengamya. Menurut Badrun (2003, hlm. 34), kemampuan memilih kata menjadi syarat utama bagi penyair dalam seperangkat puisi. Proses memilih kata dalam puisi dan kata-kata yang digunakan Untuk kata-kata yang dapat diperbaiki, proses sebaliknya berlangsung dengan cepat dan tidak dapat diulang. Kata-kata yang digunakan adalah yang bermakna denotasi, konotasi, dan majasi Selanjutnya, Pradopo (2010, him 54) mengemukakan bahwa kata kunci dalam sajak disebut juga dengan diksi. Kemnampuan penyair dalam mengungkapkan ide, ide atau curahan perasaannya dilihat dari diksi yangurusnya. Seorang penyair menggunakan kata suasana atau jiwanya haruslah memilih kata-kata yang tepat untuk digunakan. Sedangkan menurut Waluyo (dalam Muzakir, 2014. dia 1-18) menjelaskan bahwa kata-kata dalam sajak adalah konotatif atinya yang memiliki makna makna yang lcbih dari satu. Kata-kata yang dipilih adalah kata-kata g imempunyai efek keindahan dan berbeda dari kata-kata yang kita pakai dalam kehidupan sehari-hari Waluyo (dalam Muzakir.2014 him 17-18) tiga sumbe asp itu diksi, yaitu 1. Perbendaharan Kata Perbendcharaan kata Sangat penting untulk kekuasaan ekspresi, selain itu untuk menunjukken ciri khas penyeir Dalan memilh kuta-kata penyair memilib berdasarkan makna yang akan disaunpaikan, tingkat perasaan, suasana batinnya, dan juga dilatarbelakangi oleh faktor sosial budaye peayair 2. Urutan Kat Urutan kata sifat baku tidak dapat dipindah-pindahkan tempatırya meskipun maknanya tidak berubah oleh tempat berlimpahan itu. Penyair telah memisahkan secara matang susunan kata-kata. Jika diubah urnstannya, maka daya magis kata-kata iu aban hilang Keharmonisam