Minggu, 20 Januari 2013
TUGAS PENGANTAR KETERAMPILAN MEMBACA
OLEH :
JEFRY ADITYA
12104/09
REGULER B
MERINGKAS NOVEL
Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah
Fakultas Bahasa Sastra dan Seni
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Judul : Azab dan Sensara
Pengarang : Merari Siregar
Penerbit : Balai Pustaka
Halaman : 163
Aminuddin adalah anak Baginda Diatas, seorang kepala kampung yang terkenal kedermawanan dan kekayaannya. Masyarakat disekitar Sipirok sangat segan dan hormat kepada keluarga itu.adalah Mariamin, yang masih punya ikatan dengan keluarga itu, kini tergolong anak miskin. Ayah Mariamin, Sutan Baringin almarhum, sebenarnya termasuk keluarga bangsawan kaya. Namun, karena semasa hidupnya terlalu boros dan serakah, ia akhirnya jatuh miskin dan meninggal.
Bagi Aminuddin, kemiskinan maria amin tidak akan menghalangi dia untuk berteman dengannya. Keduanya sudah berteman akrab sejak kecil dan terus meningkat hingga dewasa. Tanpa terasa benih cinta kedua remaja itu pun tumbuh subur. Belakangan, mereka sepakat untuk hidup bersama, membina rumah tangga. Aminuddin pun berjanji hendak mempersunting gadis itu jika kelak ia sudah bekerja. Janji pemuda itu akan segera dilaksanakan jika ia sudah mendapat pekerjaan di Medan. Aminuddin segera mengirim surat kepada kekasihnya bahwa ia akan segera membawa Mariamin ke Medan.
Berita itu tentu saja amat menggermbirakan hati Mariamin dan ibunya yang memang selalu berharap agar kehidupannya segera berubah. Setidak-tidaknya, ia dapat melihat putrinya hidup bahagia.
Niat Aminuddin itu disampaikan pula kepada kedua orang tuanya. Ibunya sama sekali tidak berkeberatan. Bagaimanapun, almarhum ayah Mariamin masih kakak kandungnya sendiri. Maka, jika putranya kelak jadi kawin dengan Mariamin, perkawinan itu dapatlah dianggap sebagai salah satu usaha menolong keluarga miskin itu.
Namun,bagi Baginda Diatas, Ayah Aminuddin. Sebagai kepala kampung yang kaya dan disegani, ia ingin agar anaknya beristrikan orang yang sederajat. Menurutnya, putranya lebih pantas kawin dengan wanita dari keluarga kaya dan terhormat. Oleh karena itu, jika Aminuddin kawin dengan Mariamin, perkawinan itu sama halnya dengan merendahkan derajat dan martabat dirinya. Itulah sebabbya, Baginda Diatas bermaksud menggagalkan niat putranya.
Untuk tidak menyakiti hati istrinya, Baginda Diatas mengajaknya pergi ke seorang dukun untuk melihat bagaimana nasib anaknya jika kawin dengan Mariamin. Sebenarnya, itu hanya tipu daya Baginda Diatas. Oleh karena sebelumnya, dukun itu sudah mendapat pesan tertentu, yaitu memberi ramalan yang tidak menguntungkan rencana dan harapan Aminuddin. Mendengar perkataan si dukun bahwa Aminuddin akan mengalami nasib buruk jika kawin dengan Mariamin, ibu Aminuddin tidak dapatberbuat apa-apa selain menerima apa yang menurut suaminya baik bagi kehidupan anaknya.
Kedua orang tua Aminuddin akhirnya meminang seorang gadis keluarga kaya yang menurut Baginda Diatas sederajat dengan kebangsawanan dan kekayaannya. Aminuddin yang berada di Medan, sama sekali tidak mengetahui apa yang telah dilakukan orang tuanya. Dengan penuh harapan, ia tetap menanti kedatangan ayahnya yang akan membawa Mariamin.
Selepas peminangan itu, ayah Aminuddin mengirim telegram kepada anaknya bahwa calon istrinya akan segera dibawa ke Medan. Ia juga meminta agar Aminuddin menjemputnya di stasiun.
Betapa sukacita Aminuddin setelah membaca telegram ayahnya. Ia pun segera mempersiapkan segala sesuatunya. Ia membayangkan pula kerinduannya pada Mariamin akan segera terobati.
Namun, apa yang terjadi kemudian hanyalah kekecewaan. Ternyata, ayahnya bukan membawa pujaan hatinya, melainkan seorang gadis yang bernama Siregar. Sungguhpun begitu, sebagai seorang anak, ia harus patuh pada orang tua dan adat negerinya. Aminuddin tidak dapat berbuat apa-apa selain menerima gadis yang dibawa ayahnya. Perkawinan pun berlangsung dengan keterpaksaan yang mendalam pada diri Aminuddin. Berat hati pula ia mengabarkannya pada Mariamin.
Bagi Mariamin, berita itu tentu saja sangat memukul jiwanya. Ia pingsan dan jatuh sakit sampai beberapa lama. Tak terlukiskan kekecewaan hati gadis itu.
Setahun setelah peristiwa itu, atas kehendak ibunya, Mariamin terpaksa menerima lamaran Kasibun, seorang lelaki yang sebenarnya tidak diketahui asal-usulnya. Ibunya hanya tahu, bahwa Kasibun seorang kerani yang bekerja di Medan. Menurut pengakuan lelaki itu, ia belum beristri. Dengan harapan dapat mengurangi penderitaan ibu-anak itu, ibu Mariamin terpaksa menjodohkan anaknya dengan Kasibun. Belakangan diketahui bahwa lelaki itu baru saja menceraikan istrinya hanya karena akan mengawini Mariamin.
Kasibun kemudian membawa Mariamin ke Medan. Namun rupanya, penderitaan wanita itu belum juga berakhir. Suaminya ternyata mengidap penyakit berbahaya yang dapat menular bila keduanya melakukan hubungan suami-istri. Inilah sebabnya, Mariamin selalu menghindar jika suaminya ingin berhubungan intim dengannya. Akibatnya, pertengkaran demi pertengkaran dalam kehidupan rumah tangga itu tak dapat dihindarkan. Hal yang dirasakan Mariamin bukan kebahagiaan, melainkan penderitaan berkepanjangan. Tak segan-segan Kasibun menyiksanya dengan kejam.
Dalam suasana kehidupan rumah tangga yang demikian itu, secara kebetulan, Aminuddin dating bertandang. Sebagaimana lazimnya kedatangan tamu, Mariamin menerimanya dengan senang hati, tanpa prasangka apa pun. Namun, bagi Kasibun, kedatangan Aminuddin itu makin mengobarkan rasa cemburu dan amarahnya. Tanpa belas kasihan, ia menyiksa istrinya sejadi-jadinya.
Tak kuasa menerima perlakuan kejam Kasibun, Mariamin akhirnya mengadu dan melaporkan tindakan suaminya kepada polisi. Polisi kemudian memutuskan bahwa Kasibun harus membayar denda dan sekaligus memutuskan hubungan tali perkawinan dengan Mariamin.
Janda Mariamin akhirnya terpaksa kembali ke Sipirok, kampong halamannya. Tidak lama kemudian, penderitaanya yang silih berganti menimpa wanita itu, sempurna sudah dengan kematiannya.
Judul : Siti Nurbaya
Pengarang : Marah Rusli
Penerbit : Balai Pustaka
Halaman : 278
Sutan Mahmud Syah termasuk salah seorang bangsawan yang cukup terkenal di Padang. Penghulu yang sangat disegani dan dihormati penduduk disekitarnya itu, mempunyai putra bernama Samsulbahri, anak tunggal yang berbudi dan berprilaku baik. Bersebelahan dengan rumah Sutan Mahmud Syah, tinggal seorang Saudagar kaya bernama Baginda Sulaiman. Putrinya, Sitti Nurbaya, juga merupakan anak tunggal keluarga kaya-raya itu.
Sebagaimana umumnya kehidupan bertetangga, hubungan antara keluarga Sutan Mahmud Syah dan keluarga Baginda Sulaiman, berjalan dengan baik. Begitu pula hubungan Samsulbahri dan Sitti Nurbaya. Sejak anak-anak sampai usia mereka menginjak remaja, persahabatan mereka makin erat. Apalagi, keduanya belajar di sekolah yang sama. Hubungan kedua remaja itu berkembang menjadi hubungan cinta. Perasaan tersebut baru mereka sadari ketika Samsulbahri akan berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya.
Sementara itu, Datuk Meringgih, salah seorang saudagar kaya di Padang, berusaha untuk menjatuhkan kedudukan Baginda Sulaiman. Ia menganggap Baginda Sulaiman sebagai saingannya yang harus disingkirkan, di samping rasa iri hatinya melihat harta kekayaan ayah Sitti Nurbaya itu. “Aku sesungguhnya tidak senang melihat perniagan Baginda Sulaiman, makin hari makin bertambah maju, sehingga berani ia bersaing dengan aku. Oleh sebab itu, hendaklah ia dijatuhkan,” demikian Datuk Meringgih berkata. Ia kemudian menyuruh anak buahnya untuk membakar dan menghancurkan bangunan, took-toko, dan semua harta kekayaan Baginda Sulaiman.
Akal busuk Datuk Meringgih berhasil. Baginda Sulaiman kini jatuh miskin. Namun, sejauh itu, ia belum menyadari bahwa sesungguhnya, kejatuhannya akibat perbuatan licik Datuk Meringgih. Oleh karena itu, tanpa prasangka apa-apa, ia meminjam uang kepada orang yang sebenarnya akan mencelakakan Baginda Sulaiman.
Bagi Datuk Meringgih kedatangan Baginda Sulaiman itu ibarat “Pucuk dicinta ulam tiba”, karena memang hal itulah yang diharapkannya. Rentenir kikir yang tamak dan licik itu, kemudian meminjamkan uang kepada Baginda Sulaiman dengan syarat harus dapat dilunasi dalam waktu tiga bulan. Pada saat yang telah ditetapkan, Datuk Meringgih pun dating menagih janji.
Malang bagi Baginda Sulaiman. Ia tak dapat melunasi utangnya. Tentu saja Datuk Meringgih tidak mau rugi. Tanpa belas kasihan, ia akan mengancam akan memenjarakan Baginda Sulaiman jika utangnya tidak segera dilunasi, kecuali apabila Sitti Nurbaya diserahkan untuk dijadikan istri mudanya.
Baginda Sulaiman tentu saja tidak mau putrid tunggalnya menjadi korban lelaki hidung belang itu walaupun sbenarnya ia tak dapat berbuat apa-apa. Maka, ketika ia sadar bahwa dirinya tak sanggup untuk membayar utangnya, ia pasrah saja digiring polisi dan siap menjalsni hukuman. Pada saat itulah, Sitti Nurbaya keluar dari kamarnya dan menyatakan bersedia menjadi istri Datuk Meringgih asalkan ayahnya tidak dipenjarakan. Suatu putusan yang kelak akan menceburkan Sitti Nurbaya pada penderitaan yang berkepanjangan.
Samsulbahri, mendengar peristiwa yang menimpa diri kekasihnya itu lewat surat Sitti Nurbaya, juga ikut prihatin. Cintanya kepada Sitti Nurbaya tidak mudah begitu saja ia lupakan. Oleh karena itu, ketika liburan, ia pulang ke Padang, dan menyempatkan diri menengok Baginda Sulaiman yang sedang sakit. Kebetulan pula, Sitti Nurbaya pada saat yang sama sedang menjenguk ayahnya. Tanpa sengaja, keduanya pun bertemu lalu saling menceritakan pengalaman masing-masing.
Ketika mereka sedang asyik mengobrol, datanglah Datuk Meringgih. Sifat Meringgih yang culas dan selalu berprasangka itu, tentu saja menyangka kedua orang itu telah melakukan perbuatan yang tidak pantas. Samsulbahri yang tidak merasa tidak melakukan hal yang tidak patut, berusaha membela diri dari tuduhan keji itu. Pertengkaran pun tak dapat dihindarkan.
Pada saat pertengkaran terjadi, ayah Sitti Nurbaya berusaha datang ke tempat kejadian. Namun, karena kondisinya yang kurang sehat, ia jatuh dari tangga hingga menemui ajalnya.
Ternyata ekor perkelahian itu tak hanya sampai di situ. Ayah Samsulbahri yang merasa maluatas tuduhan yang ditimpakan kepada anaknya, kemudian mengusir Samsulbahri. Pemuda itu terpaksa kembali ke Jakarta. Sementara Sitti Nurbaya, sejak ayahnya meninggal merasa dirinya telah bebas dan tidak perlu lagi tunduk dan patuh kepada Datuk Meringgih. Sejak saat itu ia tinggal menumpang bersama salah seorang familinya yang bernama Aminah.
Sekali waktu, Sitti Nurbaya bermaksud menyusul kekasihnya ke Jakarta. Namun, akibat tipu muslihat dan akal licik Datuk Meringgih yang menuduhnya telah mencuri harta perhiasan bekas suaminya itu, Sitti Nurbaya terpaksa kembali ke Padang. Oleh karena Sitti Nurbaya tidak bersalah, akhirnya ia bebas dari tuduhan. Namun, Datuk Meringgih masih juga belum puas. Ia kemudian menyuruh seseorang untuk meracun Sitti Nurbaya. Kali ini, perbuatannya berhasil. Sitti Nurbaya meninggal karena keracunan.
Rupanya, berita kematian Sitti Nurbaya membuat sedih ibu Samsulbahri. Ia kemudian jatuh sakit, dan tidak berapa lama kemudian meninggal dunia.Berita kematian Sitti Nurbaya dan ibu Samsulbahri, sampai juga ke Jakarta. Samsulbahri yang merasa amat berduka, mula-mula mencoba bunuh diri. Beruntung, temannya, Arifin, dapat menggagalkan tindakan nekat Samsulbahri. Namun, lain lagi berita yang sampai ke Padang. Di kota ini, Samsulbahri dikabarkan telah meninggal dunia.Sepuluh tahun berlalu. Samsulbahri kini telah menjadi serdadu kompeni dengan pangkat letnan. Ia juga sekarang lebih dikenal dengan nama Letnan Mas. Sebenarnya, ia menjadi serdadu kompeni bukan karena ia ingin mengabdi kepada kompeni, melainkan terdorong oleh rasa frustasinya mendengar orang-orang yang dicintainya telah meninggal. Oleh karena itu, ia sempat bimbang juga ketika mendapat tugas harus memimpin pasukannya memadamkan pemberontakan yang terjadi di Padang. Bagaimanapun, ia tak dapat begitu saja melupakan tanah leluhurnya itu. Ternyata pemberontakan yang terjadi di Padang itu didalangi oleh Datuk Meringgih.Dalam pertempuran me;awan pemberontak itu, Letnan Mas mendapat perlawanan cukup sengit. Namun, akhirnya ia berhasil menumpasnya, termasuk juga menembak Datuk Meringgih, hingga dalang pemberontak itu tewas. Namun, Letnan Mas luka parah terkena sabetan pedang Datuk Meringgih.Rupanya, kepala Letnan Mas yang terluka itu, cukup parah. Ia terpaksa dirawat dirumah sakit. Pada saat itulah timbul keinginan Letnan Mas untuk berjumpa dengan ayahnya. Ternyata, pertemuan yang mengharukan antara “Si anak yang hilang” dan ayahnya itu merupakan pertemuan terakhir sekaligus akhir hayat kedua orang itu. Oleh karena setelah Letnan Mas menyatakan bahwa ia Samsulbahri, ia mengembuskan napas di depan ayahnya sendiri. Adapun Sutan Mahmud Syah, begitu tahu bahwa Samsulbahri yang dikiranya telah meninggal beberapa tahun lamanya tiba-tiba kini tergolek kaku menjadi mayat akhirnya pun meninggal dunia pada keesokan harinya.
Judul : Diantara Jarum dan Jerami
Nama Pengarang : Langit Kresna Hariadi
Penerbit : TINTA
Jumlah halaman : 378 halaman
Cassandra adalah gadis kecil yang cantik, baik, pintar dan alim, juga cerdik. Namun cassandra sangat bingung dengan tingkah laku adiknya, Gusti yang biasa di panggil “Si Lasak”. Yaitu dia sangat senang berlama-lama didalam kamar mandi hingga berjam-jam namun hal itu tidak membuat cassandra membenci adiknya, justru sebaliknya di sangat kagum dengan kelebihan yang dimiliki adiknya yaitu dia dapat menyusun magic box dalam waktu kurang dari 5 menit, bahkan dengan mata terpejam.
Ditengah kehangatan suasana keluarga cassandra dikejutkan dengan adanya berita bahwa Rashel temannya terancam di pecat dari sekolah, karena alasan telah menggembosi mobil Pak Hilman (Kepala Sekolah) dan mencorat-coret Mobil Bu. Nastiti dengan kata-kata yang jorok. Namun ia tidak percaya dengan tuduhan itu maka iapun berencana untuk menyelidiki kasus itu dengan kedua sahabatnya yaitu dewi dan riris.
Penyelidikan di mulai, ketika mewancarai semua saksi yang melihat kejadian diman Rashel sedang mendorong mobil kepala sekolah hingga bannya kempes karena lelah diberi kayu diberi kayu berpaku pada bagian bawah bannya mencari kurang bukti yang digunakan, dan mencari saksi- saksi lainnya yang melihat kejadian itu. Dalam pencariannya cassandra dan kawan-kawan menemukan barang bukti berupa kayu berpaku dan sebuah cat cemrot berwarna merah, yang diduga digunakan untuk melakukan kejahatan itu. Hingga diapun berinisiatif untuk mencari sidik jari siapakah yang melekat pada botol cat itu, dengan bantuan dari guru dan kepolisian.
Disamping itu kak Kemal selaku sebagai kepolisian sektor Bandung yang baru saja dinobatkan sebagai lulusan terbaik di kepolisian sedang dibuat pusing kepala atas kasus pembunuhan yang di tangannya, karena adanya kejanggalan – kejanggalan dalam kasus itu.
Yang telah mengejutkan lagi si lasak atau gusti tanya sepengetahuan keluarganya ternayata telah dapat hafal alquran, bahkan dia juga dapat menghitung tumpukan pil ekstasi yang tidak sengaja dijatuhkan oleh seorang anggota polisi dari atas meja.
Setelah melakukan penyelidikan untuk membuktikan bahwa Rashel tidak bersalah sehingga bertemu pada satu titik terang yang menyatakan Rashel tidak bersalah pada saat itu dewan sekolah telah membuat surat pernyataan bahwa Rashel resmi di keluarkan dari sekolah dengan alasan telah melakukan tindakan yang tidak sopan dan karena sering terlambat dan bolos sekolah. pada waktu yang bersamaan Rashel yang waktu itu tidak masuk sekolah sedang dilanda musibah yaitu karena meninggalnya ayahnya karena sakit yang diderita maka de cas taz (nama genk dari ke – 3 cewek itu) pun membuat rekontruksi kejadian yang dihadiri oleh seluruh warga sekolah. Yang dengan sukses dapat menggemparkan seluruh warga sekolah atas berita meninggalnya ayah Rashel dan kenyataan bahwa Rashel tidak bersalah. Mendengar itu semua Bu. Nastiti merasa sangat bersalah kepada Rashel karena berusaha untuk mengeluarkan Rashel dari sekolah.
Meski Rashel sudah terbukti tidak bersalah tetapi harus tetap tidak akan meneruskan sekolahnya lagi karena harus bekerja mencari uang untuk keperluan keluarganya sebagai “Jagal Sapi” yang telah di lakoninya selama 2 tahun. Mendengar hal itu Pak Bismo dan Bu. Soraya orang tua Cassandra beserta orang tua riris berencana untuk membiayai semua biaya sekolah Rashel dan adiknya pada awalnya dia menolak tawaran itu karema dinilai merepotkan orang lain, namun pada akhirnya dia tetap memilih untuk kembali sekolah lagi sambil bekerja seperti yang dilakukannya selama ini.
Judul : Laskar Pelangi
pengarang : Andrea Hirata
penerbit : Bentang
halaman : 529
Ini kisah nyata tentang sepuluh anak kampung di Pulau Belitong, Sumatera.
Mereka bersekolah di sebuah SD yang bangunannya nyaris rubuh dan kalau
malam jadi kandang ternak.
Pada hari pendaftaran murid baru, kepala sekolah dan guru satu-satunya
yang mengajar di SD itu tegang. Sebab sampai siang jumlah murid baru
sembilan. Kepala sekolah bahkan sudah menyiapkan naskah pidato
penutupan SD tersebut. Namun pada saat kritis, seorang ibu mendaftarkan
anaknya yang mengalami keterbelakangan mental. "Mohon agar anak saya
bisa diterima. Sebab Sekolah Luar Biasa hanya ada di Bangka dan biayanya sangat mahal" mohon sang ibu. Semua gembira. Harun,anak itu, menyelamatkan SD
tersebut. Sekolah pun tak jadi ditutup.
Pada saatnya para murid diatur tempat duduknya ada satu anak bernama lintang, dia anak seseorang nelayan yang sangat miskin, setiap hari dia bersepeda 40 KM dari rumahnya yang berada di tanjong kelumpang, desa yang sangat jauh di tepi laut sampai ke sekolah. Setiap hari ia selalu melewati 4 kawasan pohon nipah tempat yang lumayan seram, tak jarang ada buaya yang sangat besar menyebrang disitu (kadang malah nongkrong). Walaupun begitu ia tetap semangat Ia tak sekalipun pernah bolos dari sekolah meskipun terkadang karena saking jauhnya jarak perjalanan tersebut terkadang Ia tiba hanya untuk menyanyikan lagu Indonesia raya.
Keadaan sekolah yang sudah reyot dengan atap yang bolong dan pasti bocor jika hujan tiba, dan bisa roboh kalau di tabrak kambing ngamuk. Mereka tidak punya seragam, apalagi P3K, kalau sakit bakal diberi obat yang sangat pahit yaitu pil APC yang katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Yang rutin datang pun hanya hanya pemberantas nyamuk. Sekolah ini sangat mirip dengan gudang kopra, malam harinya buat kandang ternak.
Karena PN timah yang mendominasi seluruh area tambang belitong maka menyebakan warga belitong miskin - miskin. Mereka mendirikan tembok besar agar tidak dicuri. Jika dibandingkan dengan pekerja utama PN timah maka desa belitong itu hanya seperti tikus yang paceklik di lumbung padi. Di tempat tinggal para pekerja utama setiap malam kompleksnya itu yang bersinar sendirian diantara seluruh bagian pulau belitong.
ketika ada karnafal di sekolah PN timah mahar di percayakan sebagai pemimpin kelompok. Karena maharlah SD SMP muhammadiyah mendapat piala pertamanya setelah ber tahun tahun di dirikan.
Pernah suatu hari disaat malam hari ada anak bernama flo hilang, walaupun telah di cari ke seluruh pelosok pulau tidak juga ketemu. Akhirnya para polisi menggunakan alternatif lain yaitu bertanya kepada tuk bayan tula, seseorang petapa yang tinggal di pulau yang sangat terpencil banyak orang pergi kesana tiba tiba hilang begitu saja. Akhirnya setelah bertanya kepada tuk bayan tula walaupun sudah pagi dia belum juga ditemukan. Karena kucai iseng bilang ada gubuk diseberang sungai paling angker/sungai buta jadinya mereka harus menyeberangi sungai buta walaupun banyak buaya dan ular, akhirnya flo ketemu juga. Karena kejadian flo sejak itu mahar menjadi seorang yang sangat tergila gila dengan ilmu gaib walaupun nanti insyaf lagi.
Keajaiban terjadi lagi karena lintang berhasil memperoleh piagam karena ia telah memenangkan lomba mata pelajaran dan artinya SD SMP muhammadiyah telah memiliki 2 prestasi.
Beberapa bulan sebelum lulus SMP Lintang, siswa paling jenius anggota laskar pelangi itu harus berhenti sekolah padahal cuma tinggal satu triwulan menyelesaikan SMP. Ia harus berhenti karena ia anak laki-laki tertua yang harus menghidupi keluarga sebab ketika itu ayahnya meninggal dunia. Sekarang Indonesia telah kehilangan seorang anak yang super jenius mungkin melebihi ilmuwan.
Akhirnya PN timah yang membuat rakyat miskin dihancurkan dan sekarang rakyat belitong bisa kembali menikmati tambang mereka yang puluhan tahun di eksploitasi. Dan setelah semua laskar pelangi telah lulus mereka semua mendapat masa depan yang lebih cerah ada yang dikirim ke jepang ada juga yang dapat pekerjaan, tapi lintanglah yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya dan keadaannya. setelah SD SMP muhammadiyah hancur Bu mus mengajar di SD negeri 6 belitong timur. Ikal sendiri beserta saudaranya yang telah yatim piatu mendapat beasiswa ke soborne di paris.
Judul : New Moon
pengarang : Stevani Mayer
Penerbit : gramedia
Halaman : 543
Edward dan keluarganya meninggalkan Forks karena Edward percaya bahwa mereka dapat menempatkan Bella dalam bahaya. Bella jatuh dalam depresi berat, sampai akhirnya ia menemukan sahabat baru yang merupakan seorang werewolf, Jacob Black. Jacob dan werewolf lain dari sukunya harus melindungi Bella dari Victoria, vampir yang berusaha membalas dendam akibat kematian pasangannya, James, dengan berusaha membunuh Bella, yang merupakan pasangan Edward Cullen yang telah membunuh pasangannya. Akibat suatu kesalah pahaman, Edward menyangka Bella sudah meninggal karena bunuh diri. Edward pun memutuskan untuk menyusul Bella dengan meminta sekeluarga vampir senior di Volterra, Italy, tapi kemudian dihentikan oleh Bella dan Alice yang menyusul Edward ke Volterra, Italy. Mereka bertemu dengan Klan Volturi dan mereka segara dibebaskan untuk pergi asalkan Bella harus menjadi vampir suatu saat nanti. Bella dan Edward bertemu kembali, dan Keluarga Cullen kembali ke Forks.
Sang vampir Victoria telah membuat suatu pasukan "vampir baru" untuk melawan Keluarga Cullen dan membunuh Bella. Sementara itu, Bella harus memilih antara hubungannya dengan Edward atau persahabatannya dengan Jacob. Keluarga vampir Edward dan Geng werewolf Jacob bekerja sama dan sukses membasmi Victoria beserta pasukkannya. Akhirnya, Bella memilih Edward dibandingkan Jacob. Jacob pun marah mengetahui pilihan Bella yang memutuskan untuk menjadi vampir. Namun akhirnya ia merelakan hubungan Edward dengan Bella. Jacob dan yang lainnya tidak diketahui lanjutannya lagi.
Bella dan Edward menikah, tapi bulan madu mereka terpotong setelah Bella mengetahui bahwa dirinya hamil. Kehamilannya berjalan amat cepat dan membuat Bella menjadi lemah. Ia hampir meninggal saat melahirkan putrinya yang setengah manusia dan setengah vampir, Renesmee, tetapi Edward menyuntikkan Bella dengan racunnya agar tetap hidup dan berubah menjadi vampir. Seorang vampir dari klan lain melihat Renesmee dan menyangkanya sebagai "immortal child"--anak yang telah digigit oleh vampir, dimana melawan pereturan vampir, kemudian ia menginformasikannya kepada Klan Volturi. Keluarga Cullen mengumpulkan vampir-vampir yang dapat menjadi saksi bahwa Reneesme bukan "immortal child". Keluarga Cullen dan para saksi mata berhasil meyakinkan para Volturi bahwa Renesmee bukan merupakan ancaman, dan mereka hidup tenteram.
Judul :Ketika cinta bertasbih
Pengarang : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika
Halaman : 378
Abdullah Khairul Azzam, seorang mahasiswa Indonesia yang datang jauh-jauh dari pelosok desa di pulau jawa untuk melanjutkan studinya di Mesir. Azzam, demikian nama panggilan pemuda itu, adalah seorang pekerja keras. Ia memiliki beberapa adik yang harus dibiayainya, hingga dengan kekhlasan hati ia harus berkorban dengan menjadi penjual bakso dan pembuat tempe. Tersebutlah bahwa Azzam adalah mahasiswa Indonesia di Al Azhar, yang belajar disana karena berhasil memperebutkan beasiswa dari Departemen Agama. Ia adalah prototype anak Indonesia yang pintar, cerdas, dan bersahaja, namun lahir dari kalangan keluarga pas-pasan.
Kecerdaan Azzam kian terbukti tatkala di tahun pertama menimba ilmu di Al Azhar ia memperoleh predikat jayyid jidda (istimewa), dan oleh karenanya ia mendapat beasiswa dari Majlis A’la.
Namun ditahun kedua, ayahnya yang tinggal di Indonesia meninggal dunia karena kecelakaan. Sepeninnggal ayahnya, ibunya sering sakit-sakitan. Padahal di Indonesia, ketiga adik perempuannya belum bisa diharapkan membantu ibunya karena baru beranjak dewasa. Yang seharusnya membantu ibu dan adik-adik nya di Indonesia adalah Azzam. Sebab dia adalah sulung di keluarganya. Azzam menyadari itu. Maka sejak saat itulah ia mengalihkan konsentrasinya. Dari belajar ke bekerja. Ia di Cairo, bekerja sambil belajar.
Pekerjaan yang dilakukan Azzam untuk menghidupi keluarganya di Indonesia adalah berbisnis tempe dan bakso. Karena lebih fokus ke bisnis, hasilnya prestasinya semakin lama semakin menurun, beberapa kali tidak naik tingkat, padahal ia sudah sembilan tahun di Mesir tapi belum lulus S1. Meskipun pada akhirnya lulus juga dengan predikat yang tidak mengecewakan, jayyid. Namun disisi lain di belahan Indonesia, keluarganya suskes berkat motivasi dan biaya hidup darinya. Adik-adik nya semua “menjadi orang”.
Judul : three Cups Of Tea
penerbit : Gramedia
Pengarang : Greg Mortenson dan David Oliver Relin
Halaman : 254
Greg Mortenson seorang pendaki yang gagal menaklukan puncak K2—gunung tertinggi kedua di dunia. Padahal pendakian Mortenson tahun 1993 tersebut tidak sekedar pendakian melainkan sebuah penghormatan kepada Christa—adik perempuan Mortenson yang meninggal.
Tidak hanya gagal, Mortenson juga terpisah dari temannya saat dalam perjalanan turun. Bahkan saat kembali menemukan Mozafer kuli angkut yang menemani Mortenson,Mortenson sempat tersesat. Namun dalam ke”tersesatan”nya, Mortenson menemukan sebuah pencerahan—sebuah cara lain untuk memberikan penghormatan pada Christa.
Tanpa sengaja Mortenson menemukan desa Korphe, sebuah desa yang belum pernah Mortenson lihat dalam peta manapun. Di rumah Haji Ali, Mortenson—seorang yang asing—dirawat dan diperlakukan layaknya tamu istimewa. Karena itulah ia ingin membalas kebaikan warga Korphe.
Melihat anak – anak desa Korphe belajar membuat jantung Mortenson serasa terserabut dan napasnya tercekik. Anak – anak di desa Korphe belajar bersama, berlutut di atas tanah yang membeku, di udara terbuka, dan tanpa seorang guru karena Korphe ”berbagi” guru dengan desa tetangga. Saat itulah Mortenson bertekad untuk membangunkan sebuah sekolah untuk Korphe.
Ia kembali ke Amerika dengan membawa janji tersebut.
Membangun sekolah ternyata hal yang tak mudah. Berbagai macam rintangan menghadang. Namun, Mortenson tidak putus asa demi janji yang ia ucapkan pada Haji Ali.dan akhirnya ia berhasil juga membangun sekolah itu,sebagai tempat blajar bersama sama anak desa kopre.
Judul : KUBAH
Pengarang : Ahmad Tohari
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Halaman :190
Pada awalnya Karman hidup bahagia karena ayahnya adalah seorang priyayi yang cukup berada. Namun, ketika ayah Karman ditangkap oleh pemuda Revolusi, hidup Karman dan keluarganya tidak lagi bahagia, bahkan ia bersama ibu dan adik perempuannya hidup menderita.
Haji Bakir yang merasa iba pada Karman mengajak pemuda itu tinggal bersamanya. Selama tinggal dengan keluarga Haji Bakir, Karman selalu membantu pekerjaan sehari-hari dan mengasuh Rifah, anak perempuan Haji Bakir yang masih kecil. Karena pemuda itu sangat rajin dan jujur, taat beragama, dan saleh, Haji Bakir dan istrinya sangat menyayanginya dan menganggapnya seperti anak sendiri. Bahkan mereka menyekolahkan Karman di sekolah rakyat.
Setamat dari sekolah rendah, Karman melanjutkan sekolahnya ke SMP atas biaya pamannya, Hasyim, seorang mantan tentara Hisbullah. Namun setamat dari SMP, ia tidak melanjutkan sekolahnya karena tidak mempunyai biaya. Sejak saat itu ia hanya menganggur saja. Dalam keadaan menganggur itulah ia bertemu dengan Triman, seorang kader PKI yang menawarkan pekerjaan kepadanya. Karman tidak tahu maksud dibalik janji Triman. Dia sama sekali tidak mengetahui jika Triman adalah kader PKI. Secara perlahan-lahan, Triman mulai memasukan ajaran-ajaran komunis dalam pikiran-pikiran Karman. Semakin hari semakin banyak paham komunis yang meresap dalam diri Karman.
Pada suatu hari Karman bermaksud melamar Rifah. Namun, lamarannya ditolak oleh Haji Bakir. Sebenarnya, penolakan lamaran Karman bukan karena Haji Bakir membenci pemuda itu, melainkan karena rifah telah dilamar oleh Abdul Rahman, seorang saudagar mutiara dari Pakistan.
Karman merasa kecewa karena lamarannya ditolak. Berkat hasutan Triman dan Bargo, pemuda itu menjadi benci terhadap keluarga haji bakir. Dia tidak dapat menerima alasan haji bakir dan menganggap bahwa alasan tersebut hanya dinuat-buat saja. Namun demikian, cintanya kepada rifah tidak memudar. Dia berharap suatu saat dapat melamarnya.
Setelah penolakan itu, Karman menjadi frustasi. Dalam keadaan demikian Triman dan Margo dengan mudah dapat memasukkan ajaran–ajaran komunis pada dirinya. Akibatnya, Karman menjadi seorang kader Pki yang kuat. Hubungannya dengan orang–orang PKI semakin akrab. Bahkan, dia mengikuti beberapa kegiatan yang dilakukan oleh PKI.
Akibat keakrabannya dengan orang-orang PKI. Karman mulai dijauhi oleh orang-orang yang sebelumnya mencintainya. Haji Bakir pun mulai menjauhinya karena ia sangat anti terhadap PKI. Itulah sebabnya, ketika Karman melamar Rifah untuk kedua kalinya, setelah suami Rifah meninggal dunia akibat kecelakaan, Haji Bakir menolaknya. Orang tua bijak itu menolak lamaran Karman karena ia membenci tingkahlaku Karman yang berubah dari pemuda yang sopan santun dan taat beragama, menjadi orang yang meninggalkan ajrana agama, angkuh dan sombong. Ia tidak ingin melihat anaknya menikah dengan orang yang berpaham komunis.
Akibat penolakan yang kedua ini, Karman betul-betul membenci Haji Bakir. Ia menjadi sombong dan angkuh, bahkan mulai mengabaikan keberadaan Allah SWT. Dia juga telah berani melawan pamannya ketika sang paman mencoba menasehatinya. Semantara itu, perannya dalalm PKI pun semakin besar. Bahkan, dia menjadi orang kuat dalam PARTINDO, yaitu salah satu organisasi pemuda milik PKI. Tak lama kemudian, dia diangkat menjadi sekretaris PARTINDO.
Sikap Karman mulai membaik ketika dia bertemu dengan Marni, seorang gadis yang sangat mirip dengan Rifah. Hubungan keduanya semakin akrab dan akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Sifat Marni yang jujur, sopan, dan penyabar membuat karman merasa berbahagia. Dari pernikahan mereka, lahir anak perempuan bernama Tini.
Kebahagian rumah tangga Karman tidak berlangsung lama. Akibat kegagalan Partindo dalam mendukung usaha PKI dalam mengambil alih kekuasaan Negara, Karman dikejar-kejar pemerintah. Beberapa temannya, seperti Triman dan Margo ditangkap dan dihukum mati. Karman berhasil melarikan diri, namun tak lama kemudian, ia pun ditangkap. Ketika ditangkap, pemuda itu dalam keadaan sakit parah sehingga ia terhindar dari siksaan aparat keamanan. Ia tidak dihukum mati, melainkan diasingkan disebuah penjara terpencil di pulau Buru.
Selama menjalani hukuman dipulau Buru, Karman mulai menyadari perbuatannya yang salah. Dalam dirinya timbul penyesalan yang amat dalam. Timbulnya kesadaran dalam dirinya juga berkat usaha yang tak kenal lelah dari kapten Sumad, seorang sipir penjara pulau buru, yang banyak memberikan bimbingan rohani kepada Karman.
Sejak saat itu, kelakuan Karman mulai berubah. Dia mulai meyakini keberadaan tuhan dan mulai menjalaini shalat lima waktu dan membaca Al-Quran. Dia meyakini bahwa semua penderita dan kegagalannya selama ini adalah kehendak yang maha kuasa, bukan karena perbuatan manusia. Itulah sebabnya, ketika istrinya meminta izin untuk menikah lagi, dia dengan ikhlas memenuhi permintaan istrinya. Dia sadar bahwa semua itu kehendak yang maha kuasa.
Setelah selesai menjalani hukuman di Pulau Buru, Karman kembali ke Pagetan, kampung halamannya. Kedatangannya disambut baik oleh seluruh warga kampungnya. Dia merasa bahagia atas perlakuan baik warga kampung yang dengan tulus ikhlas menerimanya.
Tak lama kemudian, kebahagiaan baru mendatangi karman. Anak perempuannya menikah dengan Jabir, anak kandung Rifah. Sebagai ucapan terima kasih kepada penduduk kampung, Karman menghadiahkan sebuah kubah masjid yang bertuliskan ayat Al-Quran, “Hai jiwa yang tentram, yang telah sampai kepada kebenaran hakiki. Kembalilah engkau kepada tuhanmu. Maka masuklah engkau kedalam barisan hamba-hamba-KU.”
Judul : Pertemuan Dua Hati
Pengarang : N.H. Dini
Penerbit : Gramedia
Vagina/Halaman : 88/87
Bu Suci adalah seorang guru Sekolah Dasar yang selalu memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan profesinya. Pada suatu hari, ia harus pindah mengajar ke Semarang karena suaminya dipindahtugaskan ke kota tersebut. Dalam hatinya telah terbayang masa penantian yang lama sebelum ia mendapatkan tempat mengajar yang baru. Ia membayangkan bahwa hari-harinya yang dilalui dikota itu akan dirasakan sangat panjang dan menyiksa. Namun, semua yang dibayangkan itu menjadi sirna ketika ia diterima disebuah sekolah dasar yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Bahkan, ia percaya memegang dua kelas untuk menggantikan salah seorang guru yang mengalami kecelakaan.
Sejak saat itu bu Suci resmi menjadi guru di sekolah tersebut. Ia mendapat sambutan yang hangat dari rekan-rekan sesame guru. Ia tidak mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungannya yang baru sehingga ia dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
Pada hari keempat, Bu Suci baru menyadari bahwa salah seorang muridnya yang bernama Waskito tidak pernah masuk sekolah tanpa ada keterangan yang pasti. Tak ada satu murid pun yang mengetahui alasan ketidakhadiran Waskito. Ketika ia menanyakan tentang murid tersebut kepada sesame rekan guru, ia mendapat jawaban yang tidak memuaskan hatinya. Bahkan, ia diminta untuk tidak memperdulikan kehadiran Waskito karena kedatangan anak itu disekolah hanya akan menambah masalah bagi dirinya. Kenakalannya terkadang melewati batas. Tentu saja, sebagai seorang guru, hati bu Suci terpanggil untuk melakukan pendekatan intensif kepadanya. Menurutnya, anak semacam Waskito perlu mendapat perhatian ekstra darinya.
Pada saat yang sama, anak bungsunya terserang penyakit ayan. Kedua hal ini membebani pikirannya. Ia bingung untuk menentukan mana yang lebih dulu untuk ditanganinya. Ketika ia memilih anaknya, panggilan jiwanya sebagai guru terasa menyentak-nyentak hatinya. Ia mengaharapkan agar semua muridnya menjadi anak yang baik berguna bagi nusa dan bangsa. Sebaliknya, bila ia mengutamakan muridnya, ia akan merasa berdosa bila si bungsu mengalami penderitaan panjang karena kurang mendapatkan perhatian darinya sehingga masa depannya akan menjadi suram.
Diantara kebimbangan itulah, ia memutuskan untuk memilih keduanya. Ia tetap memperhatikan ank bungsunya, namun ia juga berusaha melakukan pendekatan dengan Waskito. Pada mulanya usahanya tidak sia-sia karena Waskito mulai rajin kesekolah dan tidak menampakkan kenakalannya. Namun beberapa hari kemudian ia kembali pada sifatnya semula. Bu Suci mulai membenarkan pendapat rekan-rekan sesame guru bahwa Waskito tidak akan pernah berubah menjadi murid yang baik karena ia telah terbiasa dimanja dengan harta.
Kepala sekolah yang mengetahui masalah waskito memberikan waktu satu bulan kepada busuci untuk mengadakan pendekatan kepada anak itu. Dalam hati bu suci timbul keyakinan bahwa ia harus mencari cara pendekatan yang tepat untuk menghilangkan kenakalan anak itu.
Usahanya tidak sia-sia karena tidak beberapa lama kemudian tingkah laku waskito menunjukan perubahan kearah yang positif. Ia menjadi murid yang baik, bahkan ia berhasil naik kelas. Bu suci merasa bahagia karena tujuannya tercapai. Kebahagiaan bu suci semakin bertambah ketika anak bungsunya dinyatakan sembuh dari penyakitnya.
Judul : Hati Nurani Manusia
Pengarang : idrus
Penerbit : balai pustaka
Halaman : 118
Pian dan bey dipelihara dan di besarkan oleh ayah nya yang bejat moral setelah ibunya meninggal dunia .si ibu meninggal karna menderita siksaan dari suaminya.moral bejat ini terus berkembang setelah Solihin ayah anak itu,makin tenggelam dalam kehidupan para pelacur.ia menderita maniak sex ,sehingga derita ini tak dapat di kendalikannya sekalipun dia telah kawin lagi.sementra istrinya sedang mengandung. Solihin masih juga tiap malam keluyuran dengan pelacur.
Kebobrokan moral nya ini juga berlangsung dalam bentuk korupsi.dalam posisinya yng cukup opengting di kantornya.solihin bebas mealkukan korupsinya tersebut.dengn mudah solihin menyuruh anak-anak nya mengambil minyak di gedung kantornya.
Kedua anaknya pada umumnya mewarisi sifat ibunya yang baik . namun karna solihin sangat pelit pada mereka pasahal uang ayahnyacukup banyak bertumpuk dalam lemarinya,menyebbkan pian dan bey menjadi penasaran juga . tiap kali disuruh mencuri sesuatu di gudang,maka barang – barang itu langsung mereka jual dan hasilnya merek pki bersenang-senang .hhingga membuat sang ayah bertambh marah paada mereka.
Perkawinan solihin pada istrinya itu juga mengajak adik perempuannya istrinya.wati nama namanya . gadis ini segera jatuh hati pad pian.dn kesempatan ini dipergunakan oleh pian untuk melksnakan niatnya untuk kabur bersama adiknya.
Saat itu sang isrti muda keguguran di rumah sakit.solihin mencoba merusak kehormatan miharti , pacar pian ketika mereka menonton film di bioskop .
Syukuralh miharti dapat melarikan diri dalam gelap dan bersembunyi hingga solihin tak dapat menemukanya.
Sejak itu miharti tak pernah datang lagi kerumah solihin , kebetulan saat itu wati dimarahi oleh solihin karna telah menjual beberapa barang di rumah solihin untuk keperluan rumah tangga mereka sendiri .
Dalam keadaan terdesak itulah pian mendapat kesempatan membujuk wati agar mau mencuri uang ayahnya.uang tersebut akan dipergunakan untuk melarikan diri dengan mengajak wati. Wati terpikat pada ajakan pian,kran pian juga akan berjanji akan mengawininya.sebelumnya untuk menyakini wati pian telah menidurinya sebanyak dua kali sebagai bukti pian menyambut cinta wati..padahal niat pian tidaklah sejauh itu apalagui harus merusak kehormatan bibinya sendiri,tapi demi untuk mencapai niatnya,kejahatan itu harus ia lakukan dan wati adalah alat perantara yang tepat saat itu.
Ketika uang itu berhasil dicuri dan di serahkan pada pian ,dan ternyata pian tidak muncul untuk seterusnya padahal wati telah menunggu.hingga ia tahu bahwa ia telah di tipu oleh pian.wati menggantung dirinya sampai mati .ketika itulah solihin baru pulang dan mendapati rumahnya terkunci. Alangkah terkejutny solihin tatkala itu. Si istri yang telah mengetahui suminya ingin memperkosa miharti sserta meminta cerai.
Kini tinggal lah solihin sendiri kesepian yang telah kehilanagn istri anak-anaaknya,ipar dan uangnya.
Pian dan bay memulai kehidupan baru di bandung dengan mengganti nama mereka,wijaya dan handia dengan nama ayah prawiranegara dalam kartu penduduknya
Judul : Kemarau
Pengarang : A.A Navis
Halaman : 143
Penerbit : Gramedia
Sutan Duano adalah seorang garim penjaga surau di sebuah desa di tepi danau. Setiap hari Kerjanya hanya beribadah kepada tuhan. Hingga suatu hari datanglah haji tumbijo, ia rupanya mengenal dekat sutan duano. Haji tumbijo datang dari kota karena ketika itu serdadu belanda lagi mencoba kekutan tenaga revolusi rakyat Indonesia dengan menduduki seluruh kota. Dan ketika haji tumbijo hendak kembali kekota ia berkata kepada pada ‘ wali nagari ‘ bahwa sutan duano akan berbah dan akan jadi orang yang berguna di desa itu.
Sutan Duano mulai mengerjakan sawah-sawah ladang-ladang dan hewan ternak yang telah tidak dipakai lagi dan di kembalakan lagi oleh pemiliknya.karena orang yang punya pergi merantau keluar kota dan ada juga diantara mereka ikut kursus untuk pengetahuan umum di kampung itu. Saat ketika harga mulai meningkat dan uang pun sudah mulai sulit memperolehnya orang-orang sudah mulai bosan pada kursus kursus. Sutan duano sudah termasuk jadi orang yang berada di kalangan masyarakat itu.ia sudah punya sepasang bendi,punya seekor sapi untuk membajak , karananya ia sudah menjadi orang berarti di kampong itu. Dan ia disegani oleh semua orang karna kebaikan hatinya bukan karna kayanya. Ia pun mendirikan koperasi dan menjadi guru agam di kampong itu.
Sutan duano pun menolong sutan caniago salah seorang warga kampung itu datang kepada sutan duono dengan madsud mau memberikan modal padanya untuk merantau. Sutan caniago meminjam uang dengan cara mengijom padi yang telah selesai di sianganya. Namun sutan duano akan mau memberikan modal tersebut jika sutan caniago mau memenuhi beberapa syarat .sutan caniago pun sanggup dan akhirnya ia mendapatkan modal tersebut untuk pergi merantau. Kebaikan sutan duano mengemparkan isi kampong . dan di saat itulah ia menjadi orang yang berarti.
Ketika bendar-bendar air sudah mulai kering. Sutan duano pun berpikir untuk menyelamatkan sawah warga kampong tersebut dan sawahnya. Lebih dahulu diajaknya “wali nagari “supaya mengarahkan masyarakat bergotong royong untuk mengangkut air dari danau. Namun wali nagari tidak bisa membantunya dengan alas an masyarakat tersebut telah tepecah belah oleh partai-partai pollitik yang hanya suka mencari popularitas. Lagi pula masyarakat tersebut tidak suka di perintah. Setelah menemui beberapa orang yang dianggap penting di desa tersebut namun tidak juga menemui keberhasilan dalam menyelamatkan sawah yang sudah kekeringan.
Akhirnya ia bertindak sendiri. Ia memotong sebatang bambu yang di kedua ujungnya di gantungkan dua buah “belek minyak tanah”, kemudian di isinya belek tersebut dengan air danau. Dan belek-belek itu diangkutnya kesawahnya dan tidak lupa juga kekolam ikan miliknya. Sementar sutan duano mengangkut air dari danau masyarakatkampung tersebut meminta pertolongan dukun dan orang pintar agar hujan tetap turun di kampung tersebut. Namun hasilnya tetap nihil .
Masyarakat kampung tersebut bertobat dan mengerjakan sholat ratib dan sembahyang kaul namun hasilnya sia-sia juga.
Semenjak sutan duano mengambil air dari danau untuk sawahnya dan sawah acin anak dari si gundam ia di perjunjingkan oleh orang-orang di kampung itu malah ia dipergunjingkan akan menikahi si gundam . hingga acin anak dari si gundam yang akrab dengan sutan duano pun di larang berkawan dengan sutan duano. Para penduduk kampung tersebut juga malu bertemu dengan sutan duano karena tidak mau mengikuti kehendak sutan duano.
Ketika datang surat dari masri anak sutan duano yang telah lama di tinggalkannya. Masri yang telah lama tidak berjumpa dengan sutan duano pun meminta sutan duano agar datang ke Surabaya. Masyarakat kampung itu pun gempar dengan berita itu. Mereka ingin menanyakan langsung pada sutan duano. Setelah menanyakan langsung pada sutan duano akhirnya sutan duano memutuskan untuk tidak meninggalkan desa itu. Karena masih ada tugas yang akan dilakukannya di desa tersebut.
Hari pun berganti sutan duano pun berhasil memperoleh hasil dari sawahnya,ia berhasil membuktikan kepada orang di desa tersebut dengan memberi contoh.
Surat kedua dari masri pun datang.ia pun terpaksa pergi karna terjadi sesuatu, yaitu sesudah sakitnya acin ia diundang untuk menghadiri sukuran atas sembuhnya acin.sutan duano tidak datang gundam pun merasa di permalukan ia tidak terima.
Setiba di rumah masri ia di hadang oaleh wanita tua yang kurus. Wanita tua tersebut rupanya adlah mantan istrinya yang di usirnya dulu sebelum ia pergi menyesali perbuatannya.hingga karena itulah ia pergi menyendiri ke desa di tepi danau tersebut. Wanita tua tersebut mempunyai seorang anak arni namanya. Arni adalah istri dari masri namun arni juga merupakan anak dari sutan duano.
Sutan duano akan mengatakan kenyatakan itu pada anak nya masri dan arni. Numun “iyah” mantan istrinya menentang itu ia pun memukuli kepala sutan duano bertubi-tubi hingga sutan duano tak berdaya. Masri dan arni pun datang dan mencegah perbuatan ibunya.
Bertahun-tahun kemudian diketahui bahya iyah menemui ajalnya di rumah sakit setelah tak lama memberi tahukan rahasia perkawinan masri dengan arni. Merekapun akhirnya bercerai, masri kawin dengan teman sekantornya, sedangkan arni kawin dengan anak haji tumbijo. Sedangkan sutan duano kembali kedesa di tepi danau,hidup dengan gundam di mana acin telah menjadi anaknya yang sah..
bulan pudar menyublin . Tingkat tertinggi evolusi ,
Magnet dan gratifikasi berujung, tak berpangkal dan memberi buih, .
bulan pudar menyublin . Tingkat tertinggi evolusi ,
Magnet dan gratifikasi berujung, tak berpangkal dan memberi buih, .
Magnet dan gratifikasi berujung, tak berpangkal dan memberi buih, .
Senin, 08 Agustus 2011
Lebah Madu di tebing Sialang
lebah madu ini terdapat di nagari Sialang, kecamatan Lubuk Tarok kabupaten Sijunjung. lebah madu ini bersarang pada tebing juram. hampir setiap tahun masyrakat setempat mengambil lebah madu ini. selain rasanya yang lezat dan gurih pengambilannyapun tidak suli tingginya hanya sekitar 6 meter.
Sabtu, 06 Agustus 2011
\
bunga kamboja ini saya ambil pada tanggal 6-8-2011 di depan jurusan bahasa ingris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang.
Label:
bunga kamboja
Lokasi:
Koto Tangah, Padang, Indonesia
Kamis, 04 Agustus 2011
REALISME
Teringat melakukan salah. (manusiawi)
Salah ketika tak tawu itu wajar. (khilaf)
Wajar apa bila dilakukan itu biasa (budayawi)
Biasa dengan malas itu bodoh (zalimi)
Bodoh itu masa kok dipelihara ( revolusi)
Pelihara ilmu akan dapat kikir (gurui)
Kikir terhadap rakyat itu KKN (korupsi)
KKN terhadap ruhani itu dekadensi moral ( ruhiayai)
Moral barat di pakai ( Westernisasi)
Pakai budaya timur (Aklak Terpuji)
Timur tengah budaya islam (islami)
Islam pengaruhi seluruh dunia (bahagia hakiki)
Dunia akan makmur sentosa ( not dreami )
Sentosa apa bila punya mimpi (urusi)
Mimpi untuk dunia islam (prakasai)
Teringat melakukan salah. (manusiawi)
Salah ketika tak tawu itu wajar. (khilaf)
Wajar apa bila dilakukan itu biasa (budayawi)
Biasa dengan malas itu bodoh (zalimi)
Bodoh itu masa kok dipelihara ( revolusi)
Pelihara ilmu akan dapat kikir (gurui)
Kikir terhadap rakyat itu KKN (korupsi)
KKN terhadap ruhani itu dekadensi moral ( ruhiayai)
Moral barat di pakai ( Westernisasi)
Pakai budaya timur (Aklak Terpuji)
Timur tengah budaya islam (islami)
Islam pengaruhi seluruh dunia (bahagia hakiki)
Dunia akan makmur sentosa ( not dreami )
Sentosa apa bila punya mimpi (urusi)
Mimpi untuk dunia islam (prakasai)
Selasa, 02 Agustus 2011
rumah gadang 13 ruang lubuk tarok
rumah gadang ini adalah warisan leluhur nagari lubuk tarok kabupaten sijunjung. dimana rumah gadang ini bernama Rumah Gadang Dalimo dari suko Dalimo Sungai Jodi . berdampingan dengan kantor Wali Nagari lubuk tarok kabupaten sijunjung.
Langganan:
Postingan (Atom)