Minggu, 20 Januari 2013
TUGAS PENGANTAR PENGKANJIAN KESUSASTRAAN
Analisis novel
Judul : Kemarau
Pengarang : A.A Navis
Halaman : 143
Penerbit : Gramedia
Sutan Duano adalah seorang garim penjaga surau di sebuah desa di tepi danau. Setiap hari Kerjanya hanya beribadah kepada tuhan. Hingga suatu hari datanglah haji tumbijo, ia rupanya mengenal dekat sutan duano. Haji tumbijo datang dari kota karena ketika itu serdadu belanda lagi mencoba kekutan tenaga revolusi rakyat Indonesia dengan menduduki seluruh kota. Dan ketika haji tumbijo hendak kembali kekota ia berkata kepada pada ‘ wali nagari ‘ bahwa sutan duano akan berbah dan akan jadi orang yang berguna di desa itu.
Sutan Duano mulai mengerjakan sawah-sawah ladang-ladang dan hewan ternak yang telah tidak dipakai lagi dan di kembalakan lagi oleh pemiliknya.karena orang yang punya pergi merantau keluar kota dan ada juga diantara mereka ikut kursus untuk pengetahuan umum di kampung itu. Saat ketika harga mulai meningkat dan uang pun sudah mulai sulit memperolehnya orang-orang sudah mulai bosan pada kursus kursus. Sutan duano sudah termasuk jadi orang yang berada di kalangan masyarakat itu.ia sudah punya sepasang bendi,punya seekor sapi untuk membajak , karananya ia sudah menjadi orang berarti di kampong itu. Dan ia disegani oleh semua orang karna kebaikan hatinya bukan karna kayanya. Ia pun mendirikan koperasi dan menjadi guru agam di kampong itu.
Sutan duano pun menolong sutan caniago salah seorang warga kampung itu datang kepada sutan duono dengan madsud mau memberikan modal padanya untuk merantau. Sutan caniago meminjam uang dengan cara mengijom padi yang telah selesai di sianganya. Namun sutan duano akan mau memberikan modal tersebut jika sutan caniago mau memenuhi beberapa syarat .sutan caniago pun sanggup dan akhirnya ia mendapatkan modal tersebut untuk pergi merantau. Kebaikan sutan duano mengemparkan isi kampong . dan di saat itulah ia menjadi orang yang berarti.
Ketika bendar-bendar air sudah mulai kering. Sutan duano pun berpikir untuk menyelamatkan sawah warga kampong tersebut dan sawahnya. Lebih dahulu diajaknya “wali nagari “supaya mengarahkan masyarakat bergotong royong untuk mengangkut air dari danau. Namun wali nagari tidak bisa membantunya dengan alas an masyarakat tersebut telah tepecah belah oleh partai-partai pollitik yang hanya suka mencari popularitas. Lagi pula masyarakat tersebut tidak suka di perintah. Setelah menemui beberapa orang yang dianggap penting di desa tersebut namun tidak juga menemui keberhasilan dalam menyelamatkan sawah yang sudah kekeringan.
Akhirnya ia bertindak sendiri. Ia memotong sebatang bambu yang di kedua ujungnya di gantungkan dua buah “belek minyak tanah”, kemudian di isinya belek tersebut dengan air danau. Dan belek-belek itu diangkutnya kesawahnya dan tidak lupa juga kekolam ikan miliknya. Sementar sutan duano mengangkut air dari danau masyarakatkampung tersebut meminta pertolongan dukun dan orang pintar agar hujan tetap turun di kampung tersebut. Namun hasilnya tetap nihil .
Masyarakat kampung tersebut bertobat dan mengerjakan sholat ratib dan sembahyang kaul namun hasilnya sia-sia juga.
Semenjak sutan duano mengambil air dari danau untuk sawahnya dan sawah acin anak dari si gundam ia di perjunjingkan oleh orang-orang di kampung itu malah ia dipergunjingkan akan menikahi si gundam . hingga acin anak dari si gundam yang akrab dengan sutan duano pun di larang berkawan dengan sutan duano. Para penduduk kampung tersebut juga malu bertemu dengan sutan duano karena tidak mau mengikuti kehendak sutan duano.
Ketika datang surat dari masri anak sutan duano yang telah lama di tinggalkannya. Masri yang telah lama tidak berjumpa dengan sutan duano pun meminta sutan duano agar datang ke Surabaya. Masyarakat kampung itu pun gempar dengan berita itu. Mereka ingin menanyakan langsung pada sutan duano. Setelah menanyakan langsung pada sutan duano akhirnya sutan duano memutuskan untuk tidak meninggalkan desa itu. Karena masih ada tugas yang akan dilakukannya di desa tersebut.
Hari pun berganti sutan duano pun berhasil memperoleh hasil dari sawahnya,ia berhasil membuktikan kepada orang di desa tersebut dengan memberi contoh.
Surat kedua dari masri pun datang.ia pun terpaksa pergi karna terjadi sesuatu, yaitu sesudah sakitnya acin ia diundang untuk menghadiri sukuran atas sembuhnya acin.sutan duano tidak datang gundam pun merasa di permalukan ia tidak terima.
Setiba di rumah masri ia di hadang oaleh wanita tua yang kurus. Wanita tua tersebut rupanya adlah mantan istrinya yang di usirnya dulu sebelum ia pergi menyesali perbuatannya.hingga karena itulah ia pergi menyendiri ke desa di tepi danau tersebut. Wanita tua tersebut mempunyai seorang anak arni namanya. Arni adalah istri dari masri namun arni juga merupakan anak dari sutan duano.
Sutan duano akan mengatakan kenyatakan itu pada anak nya masri dan arni. Numun “iyah” mantan istrinya menentang itu ia pun memukuli kepala sutan duano bertubi-tubi hingga sutan duano tak berdaya. Masri dan arni pun datang dan mencegah perbuatan ibunya.
Bertahun-tahun kemudian diketahui bahya iyah menemui ajalnya di rumah sakit setelah tak lama memberi tahukan rahasia perkawinan masri dengan arni. Merekapun akhirnya bercerai, masri kawin dengan teman sekantornya, sedangkan arni kawin dengan anak haji tumbijo. Sedangkan sutan duano kembali kedesa di tepi danau,hidup dengan gundam di mana acin telah menjadi anaknya yang sah..
Analisis intrinsic novel:
• Pelaku
1. Sutan duano adalah seorang garin penjaga surau di sebuh desa di tepi danau.ia mempunyai seorang anak yang bernama masri ia pergi meninggalkan sutan duano,ketika sepeninggal istrinya sutan duano asik bermain dengan wanita jalang. Ketika insaf dia pergi ke desa tersebut untuk menyendiri menghadap tuhan.dan untuk memperbaiki prilaku masyrakat itu.
Sutan duano mempunyai watak baik hati bijak, keras kepala dan gigih serta penolong, terbukti ketika ia mengantarkan air dari danau untuk sawahnya dan juga sawah acin anak dari si gundam ( bab 3 ) dan ketika ia ingin mengatakan apa yang terjadi antara anak nya Masri dengan Arni menantunya tersebut.
2. Haji tumbijo adalah kakak ipar sutan duano yang mempunyai watak baik hati, penyabar dan bijak sana terdapat pada
(bab 3 hal 4). Ia yang telah merubah sutan duano menjadi rajin dan giat berusaha yang sebelumnya hanya beribadat saja.
3. Gundam, ibunya acin yang suka pada sutan duano wataknya adalah baik hati, keras kepala, penyayang dan ramah. Ia melarang acin terlalu dekat dengan sutan duano karana di pergunjingkan oleh masyarakat di kampung tersebut.
4. Acin, adalah anak yang polos baik hati pintar dan gigih ia merupakan anak yang sayang pada sutan.ia yang perrtama sekali bertanya pada sutan duano ketika sutan duano mengambil air dari danau, dan ia pun juga mau mengambil air dari danau untuk sawahnya.(terdapat pada halaman 18)
5. Amah adalah adik dari acin.
6. Wali nagari adalah seorang pemimpin,atau seorang kepala desa ia menyetujui kehendak sutan duano yang ingin mengambil air dari danau. Tapi ia tidak dapat menolong sutan duano untuk membantu mengajak masyarakat desa tersebut. Wataknya baik hati, dan cukup bijak terbukti ketika terjadi perkelahian antara gundam dan saniah, ia menjadi penengah saat terjadi perkelahian tersebut.
7. Sutan cniago adalah orang yang ditolong sutan duano. Wataknya baik, dan ia menepati janjinya pada sutan duano.
8. Iyah adalah istri kedua sutan duano ia telah berusaha agar suaminya “ sutan duano “ tidak terlalu mengingat masa lalunya. Namun ia di usir oleh sutan duano ketika masih mengandung “ Arni”. Ia juga mertua dari masri. Ia berani menanggung dosa dengan tidak mengatakan bahwa masri dan arni adalah saudara kandung.wataknya keras kepala,sabar dan baik hati.
9. Masri adalah anak kandung dari sutan duano Ia pergi meninggalkan sutan duano ketika mendapati sutan duno sedang bermesraan dengan wanita jalang di kamarnya.dan ketika telah sukses Ia mengetahui kebedaan ayahnya dari haji tumbijo. Ia pun mengirimi ayah surat agar ayahnya datang kerumahnya di Surabaya. Wataknya baik,penyabr dn pemaaf.
10. Arni adalah anak kandung sutan duano dari istri keduanya “iyah” arni dlah istri dari masri. Di sini tidak di gambarkan dengan jelas wtk dari arni, namun saya berpen dapat bahwa watak dari arni adalah baik.
11. Saniah adalah wanita busuk hati terhadap gundam, ia menuduh gundam menggunakan ilmu hitam untuk mengait sutan duano. Ia pernah tertangkapa basah oleh sutan duano mengubur sesuatu di bawah rumah gundam saat gundam pergi ke bukittinggi untuk mengobati acin yang sedang sakit. Watak nya iri jahat dan busuk hati.
12. Lemba tuah dan pandek sutan adalah mamak dari saniah ia yang menghajar raja muntari dan mangkuto ketika hendk melerai perkelahian antara gundam dan saniah.
13. Raja muntari dan mangkuto adalah mamak dan kakak gundam.
Mereka memarahi gundam karena telah percaya pada perkataan saniah yang mengatakan bahwa gundam telah berbuat senonok dengan sutan duano di kebunnya.
• Tema dan amanat
Tema : kehidupan seoarang garin penjaga surau yang ingin merubah kehidupan suatu masarakat di suatu kampung di tepi danau.
Amanat: ada tiga amanat dalam novel ini
1. Ingatlah kalau hati mu di sakiti orang. Jangan ambil tindakan segera pikir dulu. Sudah dipikir pikir lagi. Yang di pikirkan apa ada gunanya kita marah atau tidak.
Di sini pengarang ingin mengatakan pda kita bahwa jika ingin marah maka sebaiknya dipikir-pikir dahulu apakah ada gunanya kita marah atau tidak. Jika tidak maka sebaiknya tidak usah marah karna tidak akan ada gunanya.
2. Bukan kemewahan tujuan hidup. Tujuan hidup adalah kedamain hati, tidak berbuat dosa tapi banyak pahala.
Kemewahan dan kemudahan memang dambaan setiap orang. Manun apabilaa kemewahan tersebut tidak mendamaikan hati kita maka. Tujuan hidup adalah kedamaian hati. Tidak berbuat dosa tapi banyak pahala.
3. Hidup berjuang dengan keiklasan adalah jalan untuk menemui tuhan yang maha esa.
• Plot dan alur
Pada umum dalam novel ini pengarang menggunakan alur maju karena hampir semua cerita pokoknya di ceritakan secara berurutan sesuai dengan kejadian, namun ada sebagian cerita yang di ceritakan secara tidak berurut yaitu terdapat pada bab satu dan dua. Nampak ketika sutan duano datang ke desa tersebut hingga hingga ia di usir dari kampung dan pergi ke Surabaya setelah itu pada akhir cerita ia kembali lagi ke desa si tepi danau tersebut.
• Gaya bahasa
Gaya bahasa yang digunakan dalam novel ini pada umumnya segar dan menarik. A.A navis mengunakan bahasa “minang” bahasa daerahnya. Contohnya dalam mengunakan kata “ wali nagari “ ,“sutan”,”rajo” yang mana kata-kata tersebut merupakan bahasa dalam daerah minang kabau.
A.A Navis.
Analisis ekstrisik novel
Novel kemarau karya A.A navis ini mengandung nilai-nilai yang besar artinya bagi pembaca yang mau memahami secara intensif.nilai kehidupan itu adalah nilai social,moral,ekonomi,politik dan filosofis.
• Nilai sosial :latar sosial dalam novel ini adalah kehidupan masyarakat minang yng mempunyai sifat malu yang berptokan pada adat basandi sarak dan sarak basndi kitabullah.orang minang jua terkenal dengan sifat merantau yang di milikinya.
• Nilai budaya : kepercayan masyarakat minang yang masih mempercyai dukun
• Nilai moral : sifat terus terang adalah baik karena tidak mengakibatkan orang salah kira terhadap diri kita, dalam novel ini sutan duano tidak berterus terang kepada masyarakat tentang siapa orang yang telah menanam sesuatu di rumah gundam. Jika sutan duano berterus terang maka ia tidak akan di tuduh memperkosa saniah yang berusaha membujuk sutan duano untuk mengawininya.
Janganlah terlalu larut dalam suatu masalah karna akan merugikan diri kita sendiri. Di sini sutan duano tidak bisa melupakan mantan isterinya yang telah meninggal terbukti ketika dia masih mengatur keadn rumahnya sama persisi ketika waktu istrinya masih ada.hingga ia terjerumus dalam kehidupn wanita jalang.
Dalm novel ini juga di ceritakan tentang sifat sutan duano yang suka menolong sesamanya.
• Nilai politik : wali nagari tidak bisa membantu sutan duano menyuruh masyarakat mengangkut air dari danau. Karna masyarkat di sana sudah di pengaruhi oleh partai-partai poltik hinga wali nagari takut untuk menyuruh masyyrakat karna takut di anggap sebagai pengunaan kekuasaan politiknya
• Nilai filosifis : Sutan duano adalah seseorang yang memeluk agama islam ia tinggal di sebuah surau yang tidak di tempati lagi. Semula ia hanya beribadat saja namun setelah ia bertemu dengan haji tumbijo ia menjadi seseorang yang sangat di hargai karna kedalaman ilmu agama dan juga budinya yang baik. Maka ia pun bertekat ingin merubah cara pandang hidup masyarakat tersebut yang semula hanya bisa pasrah terhadap kekeringan yang melanda negeri yang terletak di tepi danau tersebut. Ia pun menyebarkan dakwa islam serta mengadakan kegiatan kegamaan di surau yanbg di tempatinya.
ANALISIS PUISI
SEMENTARA LANGIT
Karya ismail, 1982 : 11
Bunyi apa gerangan, tertahan asing dan jauh
mereka-reka bahagia, meraba-raba rahasia
ketika tanganmu menjamah, dingin dan kaku
kita pun terdiam dalam pandang yang kaku
Anlisis intrinsk :
• Bait dan baris.
Bait pada puisi ini ada satu bait yang terdiri dari empat baris. Bait yang paling panjang terdiri dari tujuh kata sedangkan bait yang paling pendek terdiri dari empat kata
• Perloncatan baris
Menurut saya tidak terjadi peloncatan bait pada puisi ini.
• Bahas dan gaya bahasa
Majas personifikasi terdapat pada bait satu.
Majas metafora terdapat pada baris ke tiga
• Pilihan kata
Menggunakan kata dengan makna konotasi, denotasi
Contoh: ketika tangan mu menjamah.bermakna konotasi
• Irama
Penekanan irama pada puisi ini terdapat pada bait sebagai berikut
1. Untuk irama lembut panjang rendah di gunakan tanda <
2. Untuk irama lembut panjang tinggi digunakan tanda >
3. Untuk irama keras pendek rendah di gunakan tanda #
4. Untuk irama keras pendek tinggi di gunakan tanda *
Bunyi# apa* gerangan>, tertahan> asing< dan jauh>
mereka-reka> bahagia<, meraba-raba# rahasia<
ketika tanganmu menjamah, dingin dan kaku
kita pun# terdiam# dalam pandang> yang kaku>
• Citraan
1. Citraan penglihatan: mereka bahagia
2. Citraan pendengaran: bunyi apa gerangan tertahan-tahan asing dan jauh
3. Citraan gerakan: meraba-raba rahasia
4. Citraan perasan: tidak ada di jumpai dalam puisi ini
5. Citraan pemikiran: ia pun terdiam dalam pandang yang beku
• Bunyi dan rima
Dengan puisi lama ini perpaduan bunyi dan rimanya tetap tampak pada bait ke tiga dan keempat
• Tema dan amanat
Tema : Sesorang yang memerhatikan langit dengan segenap perasaan yang ada di jiwanya.
Amanat : tidak dapat saya temukan amanat dalam puisi ini.
• Plot dan setting
Mengunakan plot maju.. karena menceritakan dari awal sampai akhir
• Penokohan dan perwatakan
Tidak penokohan dalam puisi ini
• Sudut pandang
Sudut pandang yang digunakn kata ketiga orang jamak.. yaitu “ mereka “
Analisis ektrinsik :
Terdapat nilai buadaya di sini yaitu sebuah lingkungan yang dimana oaring-orang yang berad di sana mersakan kegenbiraan.
IBUKU DEHULU
Karya Hamzah, 1985 a : 30
Bangkit ibu dipegangnya aku
Dirangkumnya segala kecupannya serta
Dahiku berapi pancaran neraka
Sejak sentosa turun kekalbu
Anlisis intrinsk :
• Bait dan baris.
Terdiri atas satu bait yang terdiri dari empat baris atau larik. Semua baris terdiri dari empat kata. Di lihat dari banyak baris dalam puisi ini dinamakan kuateren, apabila dilihat dari rima maka puisi ini di namakan puisi bebas.
• Perloncatan baris
Pelonctan baris yang terjdi dalam puisi ini terjdi antara baris satu dengan baris dua. Yang mana antara baris tersebut ddi pisahkan oleh koma,
Bangkit ibu dipegangnya aku (,)
Dirangkumnya segala kecupannya serta (-)
Dahiku berapi pancaran neraka (.)
Sejak sentosa turun kekalbu (.)
• Bahas dan gaya bahasa
Gaya bahasa yang digunakan dalam puisi tersebut adalah
Bangkit ibu dipegangnya aku
Dirangkumnya segala kecupannya serta
Dahiku berapi pancaran neraka ( hiperbol karena di ungkapakan secra berlebihan )
Sejak sentosa turun kekalbu (metafora karena mengunakan perumpamaan)
• Pilihan kata
Kata yang di gunakan pengarang adalah makna kias “ dahiku berapi dalam pancaran neraka”
• Irama
Penekanan irama pada puisi ini terdapat pada bait sebagai berikut
1. Untuk irama lembut panjang rendah di gunakan tanda <
2. Untuk irama lembut panjang tinggi digunakan tanda >
3. Untuk irama keras pendek rendah di gunakan tanda #
4. Untuk irama keras pendek tinggi di gunakan tanda *
Bangkit ibu (<) dipegangnya aku (<)
Dirangkumnya(<) segala kecupannya serta(#)
Dahiku berapi(*) pancaran neraka(#)
Sejak sentosa turun kekalbu(>)
• Citraan
1. Citraan penglihatan : bangkit ibu di pegaangnya aku
2. Citraan pendengaran : tidak ada
3. Citraan gerakan : bangkit ibu di pegangnya aku
4. Citraan perasaan : sejak sentosa turun ke kalbu, dahi ku berapi
5. Citraan pemikiran : pancaran neraka
• Pengalaman jiwa
Pengalaman jiwa terbagi dalam
1. pengalaman jiwa anorganik : tidak ada
2. vegetative/suasana :sejak sentosa turun kekalbu
3. animal/ nafsu ;segala kecupnnya serta
4. sifat manusia, : bangkit ibu dipegangya aku
5. sifat kegamaan : pancaran neraka
• Bunyi dan rima
Bunyi dalam puisi ini serasi antara baris pertama dengan keempat dan baris kedua dengan ke tiga
• Tema dan amanat
Tema dalam puisi ini adala kecintaan ibu pada anaknya.
Amanat nya adalah jangan lah pernah menyiakan kasih saying yang pernah di berikan ibu.
• Plot dan setting
Tak diketahui plot dan seting dalam puisi ini
• Penokohan dan perwatakan
Seoarang ibu : mencintai anaknya
Si aku : juga mencintai ibunya
• Sudut pandang
Mengunakan sudut pandang orang pertama (aku) dan orang ketiga (ibu)
Analisis ektrinsik :
• Nilai moral
Nilai kasih sayang yang telah di berikan ibu pada kita, bagai mana cara kita untuk menghargainya dan membalas apa yang telah ibu berikan pada ibu.
• Nilai social
Bagai mana cara kita bersosial terhadap orang yang telah melahirkan kita.
PERJUANGAN
Karya : Alisjahbana, 1984 : 29
Hatiku :
Dia sekasih itu, cumbu semata gelaknya.
Limpahan cinta segembira itu tiadakan terdapat
Lagi.
Aku tidak kuasa terus berjalan
Lenyapkan aku dalam tiadaan 1
Anlisis intrinsk :
• Bait dan baris.
Terdapat satu bait yang terdiri dari enam baris. Baris yang terpanjang terdiri dari enam kata, sedangka baris terpendek terdiri dari satu kata saja.terdapat ke unikan dalam puisi ini yaitu pada bait pertama tidak menjorok kedalam sedangkan pada bait-bait berikutnya menjorok kedalam.
• Perloncatan baris
Tidak terdpt perloncatan yang terajadi karena penulis telah mengunakan tanda baca daalam membuat puisi ini.
• Bahas dan gaya bahasa
Hatiku :
Dia sekasih itu, cumbu semata gelaknya.(personifikasi /perumpamaan) hati dapat gelak atau tertawa
Limpahan cinta segembira itu tiadakan terdapat (metafora membandingkan secara langsung )
Lagi.
Aku tidak kuasa terus berjalan
Lenyapkan aku dalam tiadaan 1 (hiperbola)
• Pilihan kata
Kata yang di gunakan ada yang bemakna ambigu (tiadaan)konotasi(cumbu) perlambangan (hatiku)
• Irama
Penekanan irama pada puisi ini terdapat pada bait sebagai berikut
1. Untuk irama lembut panjang rendah di gunakan tanda <
2. Untuk irama lembut panjang tinggi digunakan tanda >
3. Untuk irama keras pendek rendah di gunakan tanda #
4. Untuk irama keras pendek tinggi di gunakan tanda *
Hatiku (<)
Dia sekasih itu(>), cumbu semata(#) gelaknya(*).
Limpahan cinta segembira itu(>) tiadakan terdapat(*)
Lagi.(#)
Aku tidak kuasa terus berjalan(>)
Lenyapkan aku dalam tiadaan 1(<)
• Citraan
1. Citraan penglihatan : tidak ada
2. Citraan pendengaran : cumbu semata gelaknya
3. Citraan gerakan : aku tak kuasa terus berjalan
4. Citraan perasaan : limphancinta segembira itu
5. Citraan pemikiran :tidak ada
• Pengalaman jiwa
1. pengalaman jiwa anorganik : sekasih
2. vegetative/suasana : lenyapkan aku dalam ketiadaan, segembira itu tiada terdapat
3. animal/ nafsu ; tidak ada
4. sifat manusia, : dia sekasih itu
5. sifat kegamaan : tidak ada
• Bunyi dan rima
Tidak terdapat persamaan bunyi dalam puisi ini
• Tema dan amanat
Menurut saya tema puisi ini adalah orang yang patah hati karna di tingaal oleh sang kekasih.
Amanat nya jangan lah putus asa dalam menjalani kehidupan karna hidup ini masih panjang,,
• Plot dan setting
Menggunakan alur maju.
• Penokohan dan perwatakan
Tokoh dalam puisi ini adlah orang yang lagi sedih hatinya karna di tinggal oleh sang kekasih
• Sudut pandang
Mengunakan orang pertama tunggal.(aku)
Analisis ektrinsik :
• Nilai moral
Kehidupan kecintaan kita terhadap orang kita cintai.
SESEORANNG SEDANG MENCARI
Karya : Rosidi, 1975 : 65
“Aku bosan pada sepi
Karna hidup tidaklah sepi
Tapi aku telah mengerti”
Anlisis intrinsk :
• Bait dan baris.
Terdiri dari saatu bait tiga baris. Yang setiap baitnya terdapat empat kata yang ringkas.
• Perloncatan baris
Tidak terjadi perloncatan baris dalam puisi ini.
• Bahas dan gaya bahasa
Adapun gaya bahsa atau majas yang di gunakan adalah personifikasi karana si aku telah bosan pada sepi yang seolah-olah hidup. Puisi ini juga menggunakan majas pebandingan langsung.
• Pilihan kata
Puisi ini menggunakan kata-kata dengan makna konotasi denotasi dan perlambangan.
• Irama
Penekanan irama pada puisi ini terdapat pada bait sebagai berikut
1. Untuk irama lembut panjang rendah di gunakan tanda <
2. Untuk irama lembut panjang tinggi digunakan tanda >
3. Untuk irama keras pendek rendah di gunakan tanda #
4. Untuk irama keras pendek tinggi di gunakan tanda *
“Aku bosan(<) pada sepi(<)
Karna hidup(>) tidaklah sepi(<)
Tapi aku(#) telah mengerti”(<)
• Citraan
1. Citraan penglihatan : tidak ada
2. Citraan pendengaran : tidak ada
3. Citraan gerakan : tidak ada
4. Citraan perasaan : aku bosan pada sepi
5. Citraan pemikiran : tapi aku telah mengerti
• Pengalaman jiwa
1. pengalaman jiwa anorganik : bosan pada sepi
2. vegetative/suasana : bosan pada sepi
3. animal/ nafsu ; tidak ada
4. sifat manusia, : bosan, tidak mengerti
5. sifat kegamaan : tidak ada
• Bunyi dan rima
Terdapat persamaan bunyi pada akhir kata pada setiap baris,( sepi, sepi, mengerti)
• Tema dan amanat
Tema yang digunakan dalam puisi ini pun sesuai dengn judulnya yaitu seseorang yang mencari hakikat kehidupan sebenarnya
Amantnya adalah kesepian dalam hidup adalah sesuatu hal yang pasti pernah kita jumpai oleh krena itu sabarlah dalam menghadapi kesepian itu.
• Plot dan setting
Tidak terdapat plot dan setting dalam puisi ini.
• Penokohan dan perwatakan
Tokoh yang di gambarkan dalam puisi ini adalah seseorang yang bosan dan muak dengan kesepian yang dia rasakan.
• Sudut pandang
Sudut pandang yang di gunakan dalam puisi ini adalah orang pertama tunggal (aku)
Analisis ektrinsik :
• Nilai sosial
Sia aku yang bosan pada kesepian yang hingapa pada diri nya
KUTA
Karya : Rosidi A,malem dalam Suryadi AG, 1987 : 143
Jane,jane, matamu
Samudra luas tak terduga
Haus dan lapar
Menyeringai bagai hantu
Anlisis intrinsk :
• Bait dan baris.
Seperti yang kita kihat di atas puisi ini terdiri dari satu bait yang pendek terdiri dari empat baris. Baris yang panjang mempunyai empat kata sedangkan baris yang terpendek terdiri dari tiga kata, tiap baris di tulis dengan tidak sejajar. Dan di beri jarak agak lima spasi.
• Perloncatan baris
Puisi ini pun tak mengalami peloncatan baris.
Jane,jane, matamu .
Samudra luas tak terduga .
Haus dan lapar .
Menyeringai bagai hantu .
• Bahas dan gaya bahasa
Gaya bahasa yang di gunakan pengarang dalam puisi ini adlah majas personifikasi ( haus lapar menyeringi bagai hantu)
hiperbola (samudra luas tak terduga)
metfora ( mata mu menyeringai bagai hantu)
• Pilihan kata
Kata yang terdapat dalam puisi ini adalah kat ddengan makna aambiguitas (menyeringai), konotasi denotasi,dan perlambangan(bagai hantu)
• Irama
1. Untuk irama lembut panjang rendah di gunakan tanda <
2. Untuk irama lembut panjang tinggi digunakan tanda >
3. Untuk irama keras pendek rendah di gunakan tanda #
4. Untuk irama keras pendek tinggi di gunakan tanda *
Jane,(#)jane,(#) matamu(<) .
Samudra luas(<) tak terduga .(>)
Haus (>)dan lapar(#) .
Menyeringai(#) bagai hantu(*) .
• Citraan
1. Citraan penglihatan : “jane, jane, matamu”. “samudra luas tak terduga”
2. Citraan pendengaran : tidak ada
3. Citraan gerakan : tidak ada
4. Citraan perasaan : haus daan lapar
5. Citraan pemikiran : tidak ada
• Pengalaman jiwa
1. pengalaman jiwa anorganik : samudra luas, hantu
2. vegetative/suasana : menyeringai
3. animal/ nafsu ; menyeringai
4. sifat manusia, : haus dan lapar
5. sifat kegamaan : tidk ada
• Bunyi dan rima
• Tema dan amanat
• Pot dan setting
• Penokohan dan perwatakan
• Sudut pandang
Analisis ektrinsik :
• Nilai kemanusiaan dan budaya
Sifat kemanusian yang terdapat dalam puisi ini adalah haus dan lapar.
Badai sepanjang malam
Karangan : max arivin
Penerbit : Gramedia
Halaman : 33 halaman
Sinopsis cerita
Seseorang yang lahir dan dibesarkan dikota dengan keharusan dia harus menetap di desa terpencil menjadi seorang guru muda. Desa yang jauh, angker, tidak bersahabat: panas dan debu melecut tubuh. Ia kering kerontang, gersang, namun dengan semangatnya juga dorongan istrinya mereka bisa tetap bertahan mengajar di desa tersebut.walaupun dengan berbagai konflik yang terjadi pada tokoh utama.
Analisis intrnisik
1. tema
Drama Badai sepanjang malam merupakan sebuah cerita tentang komentar terhadap lingkungan. Hal ini dapat kita lihat dari kutipan berikut:
Saenah: [Membaca] “Sudah setahun aku bertugas di Klaulan. Suatu tempat yang terpacak tegak seperti karang di tengah lautan, sejak desa ini tertera dalam peta bumi. Dari jauh dia angker, tidak bersahabat: panas dan debu melecut tubuh. Ia kering kerontang, gersang. Apakah aku akan menjadi bagian dari alam yang tidak bersahabat ini?
2. Dialog
Dialog yang dibangun dalam drama Badai Sepanjang Malam Karya Max Arifin ini merupakan dialog yang selalu bergantian, atau dialog yang teratur antara dua tokoh utama.
3. Latar atau setting
Latar dalam suatu cerita drama merupakan gambaran tentang tempat, suasana, dan waktu terjadinya suatu peristiwa secara umum. Adapun latar dalam drama Badai Sepanjang Malam dapat penulis uraikan di bawah ini.
• Latar Tempat
Adapun latar tempat yang terdapat dalam Drama Badai Sepanjang Malam Karya Max Arifin yaitu Ruangan depan sebuah rumah desa pada malam hari. Di dinding ada lampu minyak menyala. Ada sebuah meja tulis tua. Diatasnya ada beberapa buku besar. Kursi tamu dari rotan sudah agak tua. Dekat dinding ada balai balai. Sebuah radio transistor juga nampak di atas meja.
• Latar Suasana
Adapun latar suasana yang terdapat dalam Drama Badai Sepanjang Malam Karya Max Arifin yaitu Suasana pada setiap dialog yang ada pada drama tersebut menunjukkan suasana penyesalan yang mengekang.
• Latar Waktu
Adapun latar waktu yang terdapat dalam Drama Badai Sepanjang Malam Karya Max Arifin yaitu larut malam. hal ini dapat kita lihat dari kutipan berikut:
Saenah: Kau belum tidur juga? kukira sudah larut malam. Beristirahatlah, besok kan hari kerja?
Jamil: Sebentar, Saenah.Seluruh tubuhku memang sudah lelah, tapi pikiranku masih saja mengambang ke sana kemari.Biasa, kan aku begini malam malam.
4. Penokohan atau Perwatakan
Drama Badai Sepanjang Malam karya Max Arifin mempunyai tiga tokoh. Tapi satu tokoh yaitu Kepala Desa, hanya ada pada flashback saja. dibawah ini akan di uraikan tokoh-tokoh tersebut sesuai dengan penokohan atau perwatakkannya.
• Jamil, seorang guru SD di Klaulan, Lombok Selatan, berumur 24 tahun. Dia seorang yang memiliki pendirian dan idialis sejati. Seperti pada kutipan berikut.
Saenah: [Keras]Tidak! Mesti ada sesuatu yang hilang antara kau dengan masyarakatmu. Selama ini kau membanggakan dirimu sebagai seorang idealis. Idealis sejati, malah. Apalah arti kata itu bila kau sendiri tidak bisa dan tidak mampu bergaul akrab dengan masyarakatmu. [Pause]
• Saenah, istri Jamil berusia 23 tahun, seorang istri yang kuat yang mau mengikuti suaminya kemanapun dan dalam keadaan apapun. seperti pada kutipan berikut.
Saenah: Aku akan tetap bersamamu.Yakinlah. [Jamil menuntun istrinya ke kamar tidur.Musik melengking keras lalu pelan pelan,sendu dan akhirnya berhenti].
• Kepala Desa, adalah pemimpin yang ramah dan baik hati dalam menyambut kedatangan saenah dan jamil seperti pada kutipan berikut:
Kepala Desa : Kami ucapkan selamat datang kepada Saudara Jamil dan istri. Inilah tempat kami. Kami harap saudara betah menjadi guru di sini. Untuk tempat saudara berlindung dari panas dan angin, kami telah menyediakan pondok yang barangkali tidak terlalu baik bagi saudara. Dan apabila Anda memandang bangunan SD yang cuma tiga kelas itu. Dindingnya telah robek, daun pintunya telah copot, lemari lemari sudah reyot, lonceng sekolah bekas pacul tua yang telah tak terpakai lagi. Semunya, semuanya menjadi tantangan bagi kita bersama. Selain itu,kami perkenalkan dua orang guru lainnya yang sudah lima tahun bekerja di sini.Yang ini adalah Saudara Sahli, sedang yang berkaca mata itu adalah Saudara Hasan. Kedatangan Saudara ini akan memperkuat tekad kami untuk membina generasi muda di sini. Harapan seperti ini menjadi harapan Saudara Sahli dan Saudara Hasan tentunya.
5. Alur atau Plot
Alur merupakan susunan peristiwa yang terpilih dan diatur oleh pengarang secarara logis dalam hubungan sebap akibat, sehingga memebentuk suatu cerita yang utuh.
Alur yang terdapat dalam drama Badai Sepanjang malam karya Max Arifin yaitu alur sorot balik atau flashback. Hal ini dapat kita lihat dari kutipan berikut:
Saenah: Aku tidak berpikir sampai ke sana. Pikiranku sederhana saja. kau masih ingat tentunya, ketika kita pertama kali tiba di sini, ya setahun yang lalu. Tekadmu untuk berdiri di depan kelas, mengajar generasi muda itu agar menjadi pandai. Idealismemu menyala nyala. Waktu itu kita disambut oleh Kepala Desa dengan pidato selamat datangnya. Saenah lari masuk. Jamil terkejut.tetapi sekejap mata Saenah muncul sambil membawa tape recorder!] Ini putarlah tape ini. Kaurekam peristiwa itu. [Saenah memutar tape itu, kemudian terdengarlah suara Kepala Desa]’…Kami ucapkan selamat datang kepada Saudara Jamil dan istri. Inilah tempat kami. Kami harap saudara betah menjadi guru di sini. Untuk tempat saudara berlindung dari panas dan angin, kami telah menyediakan pondok yang barangkali tidak terlalu baik bagi saudara. Dan apabila Anda memandang bangunan SD yang cuma tiga kelas itu. Dindingnya telah robek, daun pintunya telah copot, lemari lemari sudah reyot, lonceng sekolah bekas pacul tua yang telah tak terpakai lagi. Semunya, semuanya menjadi tantangan bagi kita bersama. Selain itu,kami perkenalkan dua orang guru lainnya yang sudah lima tahun bekerja di sini.Yang ini adalah Saudara Sahli, sedang yang berkaca mata itu adalah Saudara Hasan. Kedatangan Saudara ini akan memperkuat tekad kami untuk membina generasi muda di sini. Harapan seperti ini menjadi harapan Saudara Sahli dan Saudara Hasan tentunya. ”[Saenah mematikan tape. Pause, agak lama. Jamil menunduk, sedang Saenah memandang pada Jamil. Pelan pelan Jamil mengangkat mukanya. Mereka berpandangan]
6. Gaya Bahasa
Peranan bahasa merupakan hal sangat penting dalam mengungkapkan isi hati, pikiran, dan perasaan seseorang khususnya pengarang. Pengungkapan hal tersebut lebih baik apabila penggunaan bahasa itu ditafsirkan dengan gaya bahasa, yang akan menimbulkan serta memberikan keindahan, kenikmatan, dan perasaan tertentu bagi pembaca.
Gaya bahasa yang digunakan oleh Max Arifin dalam drama Badai Sepanjang Malam adalah gaya bahasa sehari-hari. di bawah ini akan dibahas beberapa gaya bahasa yang disajikan oleh pengarang.
Klimaks, dimana pengarang melukiskan sesuatu yang mempunyai pola struktur menaik. Hal ini dapat kita lihat pada kutipan berikut:
“Suara jangkerik. suara burung malam. gonggongan anjing di kejauhan. Suara Adzan subuh.”
Analisis ekstrinsik
1. Nilai budaya
Budaya yang terdapat dalam drama karya max arivin ini adalah pada masyarakat pedesaan yang masil kental.pendidikan dalam drama ini pun masih menjadi kendala yang utama.
2. Nilai sosial
Kehangantan dalam penyambutan seorang guru yang akan mengajar dan di sambut dengan kehangatan merupakan faktor ekternal dalam drama karya max arivin ini
3. Nilai ekonomi
Masyarakat pada sebuah desa di dalam drama ini masih dalam keadaan ekonomi yang lemah. Terbukti gedung sekolah yanghampir tak bisa di perbaiki.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dan kajian terhadap drama Badai Sepanjang Malam karya Max Arifin, maka saya dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
• Aspek unsur stuktur atau intrinsik drama Badai Sepanjang Malam karya Max Arifin yang meliputi tema, dialog, peristiwa atau kejadian, latar atau seting, penokohan atau perwatakan, alur atau plot serta gaya bahasa tergambar dengan jelas dan utuh.
• Gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang dalam drama tersebut adalah gaya bahasa sehari-hari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar