Selasa, 10 Juli 2018

Sintak 28

28 2.6.4 Majas Majas merupakam paralelisme makna. Majas memiliki fuigsi untuk mungkongkretkan dan ganti karangan. Moeliono (dalam Badrun, 2003 blm. 36) Kemudian memurnt Pradopo (2009, bim, 61-62), majas menjadi salah satu alat kepuitisan yang dapai menyebabkan puisi menjadi menarik perhatian. membangkitkan kesegaran, hidup, dan mengatur kejelasan angan. Menurut Sudjiman (dalam Nuraini, 2015, hir. 24) majas adalah kata kunci yang melewati batas-batus makranya yang bermalas-malasan atau menyimpang dari arti fotografinya. Sedangkan monurut Luxemburg (dalam Nuraini, 2015, hlm. 24) majas merupakan paya semantik yang mengoreksi pada makna kata, bagian kalimat, dan kalimat., Fungsi dari gagasan untuk makna, makna, makna dan makna. menurut, Agi (2008, hlm. 11) majas merupakan gaya bahasa dalam bentuk tulisan dan lisan yang digunakan dalam karangan yang bertujuan untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran dari pengarang. Perrine (dalam Muzakir, 2014 hlm 19) mengatakan balıwa bahasa figuratif dini lebih efesitif untuk menvatakan apa yang ditanggknn penyair, karena: (1) bahasa figuratif manpu menghaskan nafsu imajimatif, (2) batasa figuratif adalah cara untuk meningkatkan imaji tambahan dalam paisi, yang seperti ini jadi konkret dan isi puisi lebia nikmat dibaca; (3) bahasa figuratif adalah cara mmenambah iniensitas perasaan penyair mtuk puisi dan menyampsikan sikap penyair, (4) bahasa figuratif adalah cara untik mengkonsentrasikan makna yang ingin disampaikan dan cara menyampaikan sesuatu Fang banyak dan luas dengan bahasa singket Menurut Moeliono (dalam Badrun, 2003 , hlm 36) babwa majas dapat dibedakan menjadi tiga macam: majas atau identitas majas, majas pertentangan, dan majas pertau: an atau majas kontiguitas. Majas perbandingan tuehputi perumpamaan, metafora, dan penginsanan. Yang termasuk majas pertentangan adalah ironi, hiperbola, dan litotes, sedangkan yang termasuk bagian utama adalah metonimia, sinekdoke, kilatan, dan eulentisme.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar