Senin, 09 Juli 2018

15

15 Sabarti, dkk (1999, dia. 1) mengungkapkan keuntungan dari kegiatan menulis dari: 1) dapat dilewatkan kemampuan dan poteusi yang ada di dalam diri; 2) dapat mengembangkan berbagai gagasan; 3) dapat diperluas, baik teoritis maupun fakta-fakta yang berhubungan; 4) dapat menjclaskan pemasalahan yang semula masih samar bagi diri kita sendiri; 5) dapat membersihkan dan juga tujuan, 6) dapat meningkatkan kemampuan terhadap masalah yang sedang kita gali; 7) dapat mendorong kita belajar akif untuk menjadi penemu dan pemecahan masalah disamping sebagai penyadap informasi orang lain; dan 8) dapat membiasakan diri kita sendiri dan tertib. 2. Pengertian Pantun Beberapa ahli dari ilmu pengetahuan dan menagank hal apa yang berkenaan dengan ketelitian pantun. Alisjahbana (2004, hlm. 11) Menyampaikan bahwa pantun adalah bentuk empat baris bersajak bersilih dua yaitu abab yang masing-masing baris Biasanya terdapat empat perkataan dan isi sampain dan isi yang di isi isi pikiran, nasihat, kebenaran, dan pertanyaan. Pendapat Alisjahbana ini menjelaskan bahwa pantun berbentuk sajak yang memiliki empat baris. Slametmuljana (1949, hlm. 114) mengatakan bahwa pantun terbagi menjadi dua bagian tepat yaitu bagian atas dan bagian bawah. Bagian atas banyak tidak menggunakan atau tidak mengandung bagian yang dijanjikan, yaitu karena orang yang ingin memberikan tanda, yang akan digunakan untuk menyesuaikan dengan baris tersebut. Demikianlah dua baris tersebut hanya saja sajaknya saja untuk menggantungkan maksud. Oleh sebab itu, dua baris pertama disebut sampiran, sedangkan dua baris dari bawah menjadi hak pemantun. Nyoman Tushty Eddy (1991, dia. 145) berpendapat bahwa pantun memiliki beberapa ciri stuktur yang khas sebagai berikut yaitu 1. setiap untai terdiri dari empat baris 2. larik pertama dan kedua tidak ada masalah dengan larik ketiga dan muda:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar