17 isi; peribahasa sindiran. Maka, definisi pantun dalam kedua bahasa yang serupa telah disinggung sebelumnya, Sumiyadi dan Durahman (2014, hlm. 12) mengemukakan bahwa pantun adalah puisi lama. Baitnya terdiri atas empat larik dengan rima akhir a-b-a-b. Setiap larik biasanya terdiri atas empat kata atau delapan sampai dengan 12 suku kata dan dengan ketentuan bahwa larik pertama selalu merupakan kiasan atau sampiran, istilah atau isi yang benar dalam larik ketiga dan keempat. Jadi, pendapat ini diungkapkan pada kata-kata yang ditulis pada kamus istilah, ensiklopedia, dan bahasa Inggris yang besar yang berhubungan dengan pantun yang dapat digunakan secara khusus. Pengertian pantun yang dipaparkan olch beberapa pendapat di atas sama-sama pada satu pengertian. Pantun termasuk puisi lama yang terrikat oleh jumlah baris, jumlah suku kata, memiliki rima silang abab, baris kesatu dan kedua adalah sampiran, dan baris ketiga dan tiga merupakan sejarah 3. Sejarah Pantun Menurut Liaw Yock Fang (1993, hlm. 195) pada mulanya pantun adalah senandung atau puisi rakyat yang dinyanyikan. Pantun pertama kali muncul dalam Sejarah Melayu dan hikayat-hikayat populer yang sezaman dan disisipkan dalam syair-syair seperti Syair Ken Tambuhan. Pantuneti sebagai bentuk karma dari kata Jawa Parik yang berarti pari, artinya paribahasa atau peribahasa dalam bahasa Melayu. Arti ini juga berdekatan dengan umpama atau seloka yang berasal dari India. Sejalan dengan pendapat Liaw Fang tersebut, penyebutan pantun itu dapat dipahami sebagai bentuk karya sastra yang dilisankan. Dapat disebut dengan lisan karena pantun diwujudkan dalam bentuk nyanyian. Sementara itu, pengertian sastra lisan menurut Taum (2011, hlm. 20) adalah sebuah bentuk sastra yang dituturkan secara lisan. Oleh sebab itu, pernyataan ini menunjukkan adanya keselaran denga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar