Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan aspek-bentuk yang ada dalam pantun adalah jumlah baris, jumlah suku katu, dan kelainan rima. Pantun-pantun yang lebih dari empat tidak begitu populer penyebab sukar dalam pembuatannya. Hasil kajian menunjukkan pantun empat baris merupakan satu bentuk pantun yang par excellence atau yang paling baik, mudah, dan paling sesuai untuk dinyanyikan. 2.1.1.2 Rima Pantun Salah satu unsur penting dari pantun adalah rima. Rima menjadi syarat pokok yang mendukung irama pantun. Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi. Dengan pengulangan bunyi puisi tersebut menjadi merdu bila dibaca. Untuk mengulang bunyi ini, penyair juga mempertimbangkan lambang bunyi (Waluyo, 1991: 90). Selanjutnya, menurut Situmorang (981: 32) "Rima adalah kalimat yang berulang-ulang yang ada pada akhir baris atau pada kata-kata tertentu pada setiap baris. ' hahahahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa puisi secara keseluruhan karena pada hakikatnya karya sasra adalah urutan bunyi yang menghasilkan mukna. Efeknya tidak dapat saling dari makna. Rima memiliki makna dan sangat terlibat dalam bentuk puisi (pantun) secara keseluruhan. Kata-kata disatukan, dipersamakan, atau dikontraskan oleh rima Wellud dan Werren, 1989: 199) Bandudu (1984: 11) mendefenisikan rima sebagai pengulangan bunyi yang sama. Pada puisi lama seperti pantun dan syair amat terikat pada rima, terutama rhm. Badudu beberapa macam macam rima sebagai berikut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar