Minggu, 10 Desember 2017

948 new

diri sendiri untuk menjadi semacam nilai intrinsik yang terwujud dalam sistem daya juang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku menurut Samani dan Hariyanto (2012: 41) karakter dimaknai sebagai cara berpikir dan berprilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekeria sama, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Individu yan berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan setiap akibat dari keputusannya. Karakter dapat di anggap sebagai nilai prilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma norma agama, hukum, tata kerama, budaya adat istiadat, dan estetika. Sementara dalam agama Islam, karakter lebih dikenal dengan istilah akhlak, yang oleh Imam Ghazali dalam Soedarsono (2010: 97-98) yang dimaksud dengan akhlak adalah sifat yang tertanam / menghujam dalam jiwa dan dengan sifat itu, seseorang akan secara spontan dapat dengan mudah memancarkan sikap , tindakan, dan perbuatan. Karakter harus diwujudkan melalui nilai yang dipatrikan untuk menjadi semacam hal dalam diri seseorang untuk mendorong, menggerakkan, dan membentuk jiwa pada pemikiran, sikap, dan perilaku. Dalam KBBI (2002) karakter yang sifatnya kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Dengan demikian karakter adalah nilai yang unik-baik yang terpatri dalam diri dan terejawantahkan dalam prilaku (Kementerian Pendidikan Nasional, 2010). Ada beberapa indikator yang bisa dijadikan panduaan dalam. Berikut ini adalah tabel indikator nilai-nilai karakter yang dikeluarkan leh Pusat Kurikulum (Puskur)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar