dua baris pertama tanpa isi disebut sampiran, dua baris terakhir merupakan isi dari pantun itu. 2.1.1.1 Bentuk Pantun Pada dasamya isi Melayu tradisional tersusun dari baris-baris atau urutan-urutan perkataan yang berulang-ulang dalam menghadapi sejajar Sesuai dengan skema rima a ba-b atau aa-aa, baris pertama berpasangan dengan baris ketiga dan baris kedua berpasang dengan baris emp. Dengan demikian, sebuah pantun yang baik akan memiliki pasangan-pasangan yang sempurna bukan saja dari segi rima dan jumlah suku katanya, pelaut juga perkatan. perkatan yang mungkin berpasangan Untuk menciptakan rima dan irama suatu pantun, dalam satu baris ierdiri atas 4 sampai 6 kata atau 8 sampai 12 suku kata. Pemyataan ini sebagai suatu sistem kurang yakin karena tidak men kepastian. Yang pasti adalah gandung yang satu baris pantun terdiri atas dua pemenggalan yang sama, yang disusun oleh sebuah pemenggalan puisi yang disebut caesura Uunus, 1983: 155) Dari segi jumlah barisnya, pantun selalu berumlah genap, mulai bejumlah dua, empat, enam, delapan, atau dua belas baris atas. Pantun yang sudah dikenal yang umumnya rerdiri dari empat baris bersejak bab, dua baris pertama awal yang sama dilakukan Rosidi 2008: 5) "Pantun setiap umpan lariknya selalu genap dan terbagi menjadi dua, ada yang setip baitnya terdiri dari 2, 4, 6, 8 , 10, 12. larik, dan seterusnya Larik bagian yang pertama disebut sampiran, sementara bagian yang kedua disebut isi, Badudu (19g4: mengelompokkan pantun dari segi bentuknya menjadi: d pantun biasa, (2) pantun berkait, g) talibun, 4 pantun kilat / karmina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar